UMKM Desa Prangat Baru Tampilkan Inovasi Camilan Kopi Luwak di Acara UP2K Marangkayu

Oleh catatanrakyat.id

pada Senin, 2 Juni 2025

Foto : UMKM Desa Prangat Baru Tampilkan Inovasi Camilan Kopi Luwak di Acara UP2K Marangkayu. (Istimewa)
Foto : UMKM Desa Prangat Baru Tampilkan Inovasi Camilan Kopi Luwak di Acara UP2K Marangkayu. (Istimewa)

Catatanrakyat.id, Tenggarong – Keikutsertaan Desa Prangat Baru dalam kegiatan Unit Pelaksana Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (UP2K) Kecamatan Marangkayu pada perayaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 menjadi momentum penting untuk mempromosikan produk UMKM berbasis kopi luwak. Kegiatan yang berlangsung di Muara Badak pada 29-31 Mei 2025 itu menampilkan berbagai inovasi kuliner dari desa yang dikenal sebagai kampung kopi luwak ini.

Ketua TP PKK Desa Prangat Baru, Asih Indriani, mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertama desanya tampil di ajang tingkat kecamatan. Meski demikian, mereka langsung tampil maksimal dengan menyajikan beragam olahan camilan yang seluruhnya berbahan dasar kopi luwak.

“Kami pakai kopi asli dari kampung kopi luwak. UMKM di desa kami olah menjadi berbagai produk, dari adonan sampai topping-nya tetap bernuansa kopi,” jelasnya.

Produk camilan yang mereka tawarkan sangat bervariasi, mulai dari cimi-cimi rasa kopi, rengginang kopi, bolu mini kopi, hingga kue biji kopi. Seluruh camilan tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp13.000 per bungkus. Produk ini merupakan hasil kerja sama antara kelompok tani, UMKM lokal, dan dukungan penuh dari BUMDes.

Ketua Kelompok Tani Kampung Kopi Luwak, Rindoni, turut memberikan keterangan mengenai kolaborasi yang terjalin dalam penyediaan produk untuk stand UP2K.

“Selain menyeduh langsung kopi luwak untuk pengunjung, kami juga menyuguhkan camilan unik seperti kue Unthuk Yuyu dan lainnya,” ujarnya.

Asih Indriani menambahkan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal bagi para ibu PKK di desanya untuk lebih mendalami dunia usaha mikro. Ia juga berharap keberadaan rest area di wilayah tersebut nantinya dapat menjadi wadah pemasaran baru bagi produk-produk khas mereka.

“Kalau nanti rest area sudah jalan dan ramai pengunjung, harapannya produk khas Desa Prangat Baru bisa ikut dipasarkan di sana. Jadi makin dikenal luas,” pungkasnya.

Dengan strategi pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, Desa Prangat Baru memperlihatkan keseriusannya dalam mengangkat ekonomi masyarakat melalui inovasi kuliner berbasis kopi luwak. (Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan: