Kukar Targetkan Desa Tanjung Limau dan Manunggal Jaya Jadi Pusat Ekonomi Baru lewat Inklusi Keuangan 2025

Oleh catatanrakyat.id

pada Kamis, 12 Juni 2025

Foto : Kukar Targetkan Desa Tanjung Limau dan Manunggal Jaya Jadi Pusat Ekonomi Baru lewat Inklusi Keuangan 2025. (Istimewa)
Foto : Kukar Targetkan Desa Tanjung Limau dan Manunggal Jaya Jadi Pusat Ekonomi Baru lewat Inklusi Keuangan 2025. (Istimewa)

Catatanrakyat.id, Tenggarong – Langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas pembangunan ekonomi berbasis desa semakin konkret setelah memilih Desa Tanjung Limau di Kecamatan Muara Badak dan Desa Manunggal Jaya di Kecamatan Tenggarong Seberang sebagai kawasan pengembangan ekonomi baru. Keputusan tersebut diumumkan Sekretaris Daerah H. Sunggono di sela‑sela Rapat EKI TPAKD 2025 di Samarinda, Rabu (11/6/2025).

Pemilihan dua desa itu bukan tanpa alasan. Tanjung Limau memiliki potensi perikanan tangkap, tambak, dan wisata mangrove, sementara Manunggal Jaya dikenal sebagai sentra hortikultura dan peternakan sapi potong. Meski demikian, kedua wilayah masih terkendala akses pembiayaan, jaringan perbankan, dan literasi keuangan masyarakat.

Melalui skema Ekosistem Keuangan Inklusif, Pemkab Kukar menggabungkan intervensi infrastruktur, pendampingan kelembagaan, serta inovasi pembiayaan berbunga rendah yang disesuaikan dengan karakteristik lokal.

“Setiap desa memiliki karakteristik unik. Kami siap menyuplai data dan informasi penting agar OJK bisa merancang strategi pengembangan yang sesuai kebutuhan lokal,” tambah Sunggono.

Data yang dimaksud mencakup profil komoditas unggulan, tingkat penyerapan tenaga kerja, serta peta rantai pasok sehingga lembaga jasa keuangan dapat menilai kelayakan kredit secara lebih presisi.

Dalam tahap awal, Pemkab menargetkan minimal 70 persen keluarga di Tanjung Limau dan Manunggal Jaya memiliki rekening tabungan aktif, akses layanan pembayaran digital, serta perlindungan asuransi pertanian (AUTP) pada kuartal III – 2026.

Program Kredit Kukar Idaman disiapkan memberikan plafon pinjaman hingga Rp50 juta berbunga ringan, sedangkan produk simpanan Kejar (Satu Rekening Satu Pelajar) diutamakan untuk meningkatkan kebiasaan menabung kalangan remaja.

Pada saat bersamaan, Pemkab menggandeng Bankaltimtara, BRI, dan Pegadaian menambah agen laku pandai, ATM, serta outlet gadai mikro di dua desa tersebut. Upaya ini diiringi pelatihan literasi keuangan, pencatatan transaksi usaha mikro, dan penggunaan aplikasi kas digital agar pelaku usaha dapat menyusun laporan keuangan sederhana. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar turut memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) kolektif agar proses kredit berjalan lebih cepat.

Blueprint rencana aksi meliputi pembangunan pasar desa terpadu, rumah kemasan produk olahan, dan sentra logistik dingin (cold storage) untuk menjaga kualitas hasil laut serta hortikultura. Pemkab menyiapkan insentif pajak daerah dan retribusi guna mendorong investasi swasta. Sementara itu, OJK akan memonitor implementasi perlindungan konsumen serta transparansi produk keuangan yang ditawarkan.

Dengan langkah terukur tersebut, Kukar optimistis Tanjung Limau dan Manunggal Jaya bakal tumbuh menjadi klaster ekonomi baru penopang Ibu Kota Nusantara (IKN) sekaligus model replikasi inklusi keuangan desa lainnya. Strategi ini diharapkan bukan saja memperkecil kesenjangan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. (Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan: