Desa Liang Ulu Jaga Tradisi Gotong Royong Lewat Aksi Jumat Bersih Rutin

Oleh catatanrakyat.id

pada Sabtu, 19 Juli 2025

Kegiatan gotong royong di Desa Liang Ulu, Kota Bangun ist

Catatanrakyat.id, TENGGARONG – Pemerintah Desa Liang Ulu di Kecamatan Kota Bangun terus menjaga tradisi kebersamaan melalui kegiatan gotong royong rutin setiap Jumat. Agenda mingguan ini tak hanya difokuskan pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan sosial antarwarga.

Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong telah menjadi bagian dari budaya masyarakat jauh sebelum adanya pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM).

“Setiap Jumat kami wajibkan semua unsur desa ikut gotong royong. Ini sudah berjalan sejak lama dan menjadi tradisi yang terus kami jaga. Bahkan, kegiatan tersebut kami dokumentasikan dan tampilkan di videotron sebagai bentuk informasi dan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Mulyadi, Kamis (17/7).

Dalam kegiatan mingguan itu, pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT, serta lembaga kemasyarakatan lain turun langsung melakukan kerja bakti. Aktivitas ini menjadi bukti nyata komitmen Desa Liang Ulu dalam mempertahankan nilai gotong royong di tengah perubahan zaman.

Menjelang pelaksanaan puncak BBGRM ke-22 yang akan dipusatkan di Kecamatan Kota Bangun pada 20 Juli mendatang, Mulyadi menilai momentum tersebut sangat penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Dengan adanya BBGRM, kami merasa terbantu karena program ini membuka cara pandang baru masyarakat tentang pentingnya gotong royong tanpa harus selalu bergantung pada dana. Harapan kami, semangat ini tumbuh kembali dan masyarakat makin terbuka untuk ikut serta,” ujarnya.

Langkah Desa Liang Ulu mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto. Ia menilai konsistensi desa tersebut menjadi contoh bagaimana semangat gotong royong dapat dijalankan secara berkelanjutan.

“Desa Liang Ulu menunjukkan contoh nyata bagaimana gotong royong bisa dijalankan dengan konsisten. Ini sejalan dengan semangat BBGRM yang ingin kita dorong di seluruh desa dan kelurahan di Kukar,” tutur Arianto.

Menurutnya, gotong royong tidak hanya sebatas membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kearifan lokal. Pemerintah daerah pun terus mendorong desa-desa lain agar menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial dalam membangun daerah.

Bagikan: