Catatanrakyat.id, TENGGARONG – Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Samboja berlangsung hangat. Dalam forum tersebut, anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmat Dermawan, menyampaikan pesan penting terkait kondisi keuangan daerah tahun ini.
Di hadapan para peserta Musrenbang, Rahmat berbicara dengan nada tenang namun tegas. Ia mengingatkan bahwa tahun ini bukanlah periode dengan ruang anggaran yang longgar, sehingga setiap rencana pembangunan perlu disusun secara lebih selektif dan terukur.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini sedang mengalami defisit dan pemerintah harus melakukan efisiensi di berbagai sektor. Karena itu, ia berharap usulan pembangunan dari wilayah Samboja benar-benar berangkat dari kebutuhan paling mendesak masyarakat, bukan sekadar daftar keinginan.
“Kita harus lebih cermat memilih prioritas. Kondisi fiskal memang tidak mudah, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti,” ujarnya.
Rahmat menilai keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan langkah pembangunan. Justru dalam situasi tersebut, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci agar program-program pelayanan tetap berjalan.
Ia menekankan bahwa pemerintah kabupaten tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat perlu diperkuat agar berbagai program yang menyentuh masyarakat tetap dapat dilaksanakan.
“Kalau kita ingin program tetap hidup, maka kolaborasi harus lebih dibangun. Jangan sampai masyarakat yang merasakan dampaknya ketika anggaran menyusut,” katanya.
Selain membahas kondisi anggaran, Rahmat juga menyinggung posisi strategis Samboja yang kini masuk dalam delineasi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, status tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan wilayah jika dimanfaatkan dengan baik.
Ia menilai sektor pariwisata dan pertanian memiliki potensi kuat untuk berkembang di Samboja. Dengan perencanaan yang matang serta dukungan anggaran yang memadai, kedua sektor tersebut dapat menjadi penopang ekonomi masyarakat, terutama di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung di sekitar kawasan IKN.
Bagi Rahmat, Musrenbang bukan sekadar forum tahunan yang bersifat formalitas. Ia berharap forum tersebut benar-benar menjadi ruang untuk merumuskan arah pembangunan yang realistis, mempertimbangkan kemampuan anggaran namun tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat.





