Catatanrakyat.id, Tenggarong – Objek Wisata Puncak yang terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, menjadi daya tarik utama dalam perwakilan Kukar di ajang Lomba Desa Wisata Kalimantan Timur 2025. Destinasi yang menawarkan panorama alam menawan ini berhasil mendatangkan ribuan pengunjung setiap bulannya, dan terus mengalami pengembangan dari sisi fasilitas.
Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, mengungkapkan bahwa dalam kondisi puncak kunjungan, jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai seribu orang dalam satu bulan.
“Dalam satu bulan itu, kalau pas ramai, bisa mencapai seribu orang pengunjung. Di hari-hari biasa itu 700-900 pengunjung setiap bulannya,” jelas Sutarno, Rabu (9/7/2025).
Keindahan alam di kawasan ini menjadi magnet utama, terutama bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan matahari terbit dari ketinggian. Selain itu, tantangan mendaki menuju puncak juga menjadi pengalaman tersendiri bagi para wisatawan.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, Pemerintah Desa Sumber Sari terus melakukan pembenahan dan pembangunan sarana pendukung. Sutarno menjelaskan bahwa pengembangan tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan memanfaatkan Dana Desa, swadaya masyarakat, serta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kukar.
“Kami masih melakukan pembenahan fasilitas, dari dana desa, swadaya masyarakat dan juga bantuan dari pemerintah,” tandasnya.
Fasilitas yang tengah dibenahi antara lain adalah area parkir, jalur pendakian, gazebo, dan toilet umum. Selain itu, Pokdarwis Dewi Arum juga aktif mengelola kawasan dengan berbagai kegiatan seperti kebersihan lingkungan, pelatihan pemandu wisata, hingga promosi melalui media sosial.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan keterlibatan aktif masyarakat, Wisata Puncak diyakini mampu menjadi ikon wisata baru yang lebih kompetitif di tingkat provinsi, bahkan nasional. Keberadaan objek wisata ini juga dinilai strategis dalam mendukung ekonomi kreatif dan pemberdayaan warga lokal.
Desa Sumber Sari kini menjadi contoh nyata bahwa desa bisa menjadi pusat pertumbuhan pariwisata dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya secara berkelanjutan. (Adv/DiskominfoKukar)





