Tingkatkan Empati dan Toleransi, SD 016 Sangatta Utara Bangun Kultur Sekolah Inklusif untuk Semua Anak

Oleh catatanrakyat.id

pada Rabu, 12 November 2025

Catatan Rakyat, Kutim – SD 016 Sangatta Utara terus membangun kultur sekolah inklusif sebagai langkah meningkatkan empati dan toleransi antar peserta didik.

Sekolah meyakini bahwa pendidikan inklusi bukan hanya untuk siswa berkebutuhan khusus (ABK), tetapi juga untuk menumbuhkan karakter sosial yang positif bagi seluruh siswa.

Hubungan sosial antara siswa ABK dan siswa reguler dikelola melalui kegiatan pembelajaran dan interaksi yang tidak membeda-bedakan.

Sekolah memastikan seluruh anak merasa diterima sebagai bagian dari komunitas pendidikan tanpa stigma atau perlakuan berbeda.

Kepala SD 016 Sangatta Utara, Tuty Widayati, menyatakan bahwa inklusi harus dilihat sebagai proses yang saling menguatkan antar peserta didik.

“Pendidikan inklusi mengajarkan semua siswa untuk saling menghargai dan memahami perbedaan, itu nilai penting yang ingin kami bangun,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah tidak hanya fokus pada penanganan ABK, tetapi juga mengajarkan siswa lain untuk tumbuh dalam budaya inklusi demi membentuk karakter sosial yang kuat sejak dini.

Dalam kegiatan belajar, siswa ABK dibimbing secara sistematis sambil tetap berada di dalam kelas reguler.

Pendekatan ini dipercaya mampu mendorong rasa solidaritas antar siswa dan mengembangkan rasa empati di dalam kelas.

“Ketika siswa ABK mendapatkan dukungan dan teman sebaya ikut peduli, itu menunjukkan keberhasilan pendidikan inklusi di sekolah,” tambahnya.

Selain dalam pembelajaran, kultur inklusif juga dibangun melalui kegiatan sekolah seperti permainan, ekstrakurikuler, dan penguatan karakter.

Dengan membangun kultur inklusif, SD 016 Sangatta Utara berupaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki empati dan kemampuan bersosialisasi tinggi sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.(ADV)

Bagikan: