Catatanrakyat.id, Tenggarong – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berjalan dengan lancar dan aman, meskipun tingkat partisipasi pemilih sementara tercatat mengalami penurunan dibandingkan Pilkada sebelumnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa berbagai dinamika dan kendala di lapangan dapat diatasi berkat koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Hal tersebut disampaikan Sunggono usai memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda dan para camat dari 20 kecamatan di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Sabtu (19/4/2025). Ia menegaskan bahwa pelaksanaan PSU di Kukar tetap berjalan sesuai harapan dan tidak ada gangguan besar yang menghambat proses demokrasi ini.
“Dinamika di lapangan berjalan sesuai harapan. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada masalah krusial yang mengganggu jalannya PSU,” ujar Sunggono kepada wartawan.
Sunggono menambahkan bahwa meskipun sempat terjadi hujan di beberapa wilayah serta adanya perubahan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), hal tersebut tidak mempengaruhi kelancaran pemungutan suara secara signifikan. Bahkan, menurutnya, kondisi itu justru menunjukkan semangat masyarakat Kukar dalam menyalurkan hak pilih mereka tetap tinggi.
Lebih lanjut, Sunggono mengakui bahwa tingkat partisipasi pemilih dalam PSU kali ini memang lebih rendah dibandingkan dengan Pilkada November 2024 lalu yang mencapai angka 70,98 persen. Berdasarkan laporan di lapangan, partisipasi sementara PSU di Kukar baru mencapai lebih dari 60 persen.
“Sejak Jumat sudah libur, jadi banyak yang keluar daerah. Ada juga pelajar yang sudah kembali ke tempat asal. Tapi secara umum, partisipasi di atas 60 persen masih tergolong bagus,” ungkap Sunggono.
Ia juga menjelaskan beberapa faktor penyebab menurunnya angka partisipasi, antara lain karena bertepatan dengan masa libur panjang yang membuat sebagian warga bepergian keluar daerah. Selain itu, ada pula pekerja yang lebih memilih masuk kerja demi mendapatkan tambahan insentif ketimbang datang ke TPS.
Meski demikian, Sunggono tetap mengapresiasi upaya seluruh petugas di lapangan yang telah bekerja keras memastikan pelaksanaan PSU berlangsung tertib dan aman. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Kukar yang tetap antusias berpartisipasi meski di tengah keterbatasan waktu persiapan.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, mengungkapkan bahwa target partisipasi setidaknya ingin disetarakan dengan capaian Pilkada November 2024. Namun, ia memaklumi jika hasil akhirnya tidak mencapai angka tersebut, mengingat waktu sosialisasi yang singkat.
“Kami ingin minimal partisipasinya setara dengan Pilkada November lalu sebanyak 70,98 persen. Tapi karena datanya belum final, kita tunggu saja hasil resmi nanti,” ujar Rinda Desianti.
Pemerintah Kabupaten Kukar berharap hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat segera diumumkan, sekaligus menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu di masa mendatang. (Adv/DiskominfoKukar)





