Sarijaya Tampilkan Inovasi Pengolahan Limbah Amplang Jadi Pakan Ikan di TTG Kukar 2025

Oleh catatanrakyat.id

pada Kamis, 16 Oktober 2025

Catatanrakyat.id, TENGGARONG – Ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) 2025 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara kembali diramaikan dengan terobosan baru dari Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga. Tahun ini, Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Sarijaya memperkenalkan inovasi berbasis lingkungan melalui pengolahan limbah amplang menjadi pakan ikan, lengkap dengan alat pengaduk amplang otomatis yang dirakit mandiri oleh warga.

Lurah Sarijaya, Agus Dina Feriani, menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari diskusi bersama kelompok wanita tani (KWT), kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), dan PKK di tingkat RT. Kendati Posyantek mereka baru terbentuk, semangat warga untuk berkontribusi membuat proses pencarian gagasan berjalan cepat dan produktif. “Kami baru membentuk Posyantek dan masih mencari-cari ide. Setelah berdiskusi, akhirnya tercetus inovasi dari limbah amplang mulai dari kepala hingga tulangnya,” ungkap Dina.

Limbah amplang yang biasanya tidak dimanfaatkan kini disulap menjadi pakan ikan bernilai ekonomis. Selain mengurangi sampah produksi, pemanfaatan limbah ini membuka peluang usaha baru bagi warga. Menariknya, limbah cair dari proses tersebut juga tidak terbuang percuma karena kembali diolah menjadi pupuk cair tanaman. “Hasilnya bisa langsung digunakan untuk pakan. Bahkan limbah cairnya kami olah lagi menjadi pupuk cair bagi tanaman,” jelas Dina.

Selain inovasi pakan ikan, Sarijaya juga memperkenalkan alat pengaduk amplang otomatis. Mesin ini dirancang untuk membantu pelaku usaha amplang yang sebelumnya harus mengaduk adonan secara manual. Dengan alat tersebut, proses pengadukan menjadi lebih efektif dan efisien. “Sebelumnya semua manual. Sekarang jauh lebih efektif dengan alat pengaduk,” ujarnya.

Dina mengungkap bahwa alat tersebut sebenarnya telah dirancang sejak tiga tahun lalu. Namun, baru tahun ini warga berani membawanya ke kompetisi TTG tingkat kabupaten. Menariknya, seluruh proses pembuatan alat dilakukan secara swadaya tanpa dukungan anggaran dari kelurahan. “Alat dan bahan yang digunakan semuanya swadaya masyarakat. Kami memang belum bisa memberikan bantuan dana, tapi motivasi tetap kami berikan,” katanya.

Ia berharap inovasi ini menjadi pintu masuk bagi Sarijaya untuk mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah daerah. Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat, Dina ingin Sarijaya dikenal sebagai kelurahan inovatif yang mampu menghadirkan solusi lokal untuk kebutuhan harian. “Harapan kami, Sarijaya bisa menjadi kelurahan yang inovatif dan semakin berkembang,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari DPMD Kukar. Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kukar, Ahmad Irji’i, menyampaikan pujian atas kreativitas warga Sarijaya dalam memanfaatkan potensi lokal. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa teknologi tepat guna dapat lahir dari ide sederhana namun tepat sasaran. “Inovasi ini bukti bahwa masyarakat mampu memanfaatkan potensi lokal dan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

DPMD Kukar berkomitmen terus mendorong lahirnya inovasi dari desa dan kelurahan. Irji’i berharap gagasan seperti yang ditunjukkan Sarijaya bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain. “Kami berharap ide seperti yang ditampilkan Sarijaya ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kukar,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: