Catatan Rakyat, Kutim – Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan menegaskan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan harus melampaui kewajiban administratif dan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan menyusul aspirasi warga yang menginginkan CSR lebih menyentuh kebutuhan dasar dan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Kecamatan menilai bahwa tanpa perencanaan berbasis data dan keterbukaan informasi, CSR berpotensi hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa manfaat jangka panjang.
Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, menyampaikan bahwa CSR idealnya dirancang berdasarkan kebutuhan warga sekitar.
“CSR tidak boleh berhenti sebagai formalitas perusahaan, tapi harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi CSR akan membantu pemerintah dan warga melakukan evaluasi terhadap efektivitas program.
Persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu contoh kebutuhan mendesak yang kerap disampaikan warga dan menjasi salah satu yang harus difokuskan dalam program csr.
Kondisi jalan lingkungan yang rusak akibat aktifitas perusahaan dinilai berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi.
“Kalau infrastruktur dasar terganggu, maka aktivitas warga juga terganggu, dan di situlah CSR harus hadir,” imbuhnya.
Pemerintah kecamatan menyatakan siap menjadi penghubung antara perusahaan dan masyarakat agar pelaksanaan CSR berjalan sinergis dan tepat sasaran.
Melalui CSR yang transparan dan berbasis kebutuhan, Sangatta Selatan berharap hubungan perusahaan dan masyarakat dapat terbangun secara harmonis dan berkelanjutan. (ADV)





