Catatan Rakyat, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) terus memperkuat strategi pencegahan kebakaran berbasis masyarakat.
Salah satu fokus utama adalah penguatan relawan kebakaran di tingkat desa sebagai garda terdepan penanganan awal sebelum petugas resmi tiba di lokasi.
Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Kutim, Adriansyah, menyampaikan bahwa luas wilayah Kutim dan sebaran permukiman yang berjauhan membuat respons petugas pemadam tidak selalu bisa dilakukan secara cepat.
“Respons awal itu sangat menentukan, karena api bisa berkembang besar hanya dalam hitungan menit,” ujar Adriansyah.
Ia menjelaskan bahwa Kutim memiliki sekitar 143 desa dengan karakter geografis yang beragam.
Dalam kondisi tersebut, mustahil mengandalkan armada pemadam semata tanpa dukungan masyarakat setempat yang siap melakukan penanganan awal.
Menurut Adriansyah, relawan kebakaran desa tidak hanya bertugas memadamkan api kecil, tetapi juga memberikan laporan cepat dan akurat kepada pos pemadam.
Informasi awal yang tepat akan membantu petugas menentukan strategi dan pengerahan sumber daya.
“Relawan adalah penyelamat pertama sebelum unit pemadam tiba di lokasi,” tegasnya.
Damkarmat Kutim menyiapkan pelatihan dasar bagi relawan yang mencakup pengenalan alat keselamatan, teknik pemadaman awal, serta simulasi penanganan situasi darurat.
Adriansyah menegaskan bahwa keberadaan relawan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Damkarmat, melainkan sebagai penguat sistem perlindungan kebakaran di tingkat desa.
Ia berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat berperan aktif mendukung pembentukan relawan kebakaran serta penguatan respons awal merupakan investasi penting dalam melindungi keselamatan warga Kutim.(ADV)





