Pentas Seni hingga Bershalawat, HUT Sumber Sari Jadi Ajang Kebersamaan

Oleh catatanrakyat.id

pada Jumat, 12 September 2025

Catatanrakyat.id, Tenggarong — Perayaan hari jadi ke-14 Desa Sumber Sari berlangsung meriah di Balai Pertemuan Umum (BPU). Warga dari berbagai kalangan, tokoh masyarakat, sesepuh, hingga tamu pemerintah kabupaten hadir memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut. Suasana kebersamaan terasa hangat sepanjang acara berlangsung.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menegaskan pentingnya menjaga tradisi selamatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kearifan lokal yang tak boleh hilang dari identitas desa. “Selamatan ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang setiap tahun kami laksanakan dalam rangka memperingati ulang tahun desa. Ini menjadi rutinitas yang terus kami jaga,” ujarnya.

Rangkaian perayaan juga diwarnai berbagai hiburan yang disiapkan oleh panitia desa. Pertunjukan ludruk, jaranan, pentas seni, hingga penampilan religi dari kelompok ibu-ibu habsy menambah kemeriahan acara tahun ini. Warga terlihat antusias mengikuti setiap segmen hiburan.

Sutarno menyampaikan bahwa puncak acara akan digelar pada malam Senin melalui kegiatan “Sumber Sari Bershalawat”. Kegiatan bernuansa religius tersebut dipilih sebagai bentuk penegasan identitas budaya dan spiritual desa. Ia berharap penutupan bernuansa religius mampu menguatkan nilai kebersamaan masyarakat.

Selain hiburan, kegiatan olahraga juga menjadi bagian dari perayaan HUT desa kali ini. Lomba memancing, jalan santai, dan senam zumba diikuti antusias oleh warga dari berbagai kelompok usia. Aktivitas olahraga tersebut terbukti mempererat interaksi masyarakat sekaligus menambah semarak perayaan.

Momentum hari jadi ini turut dimanfaatkan sebagai refleksi perjalanan desa sejak ditetapkan sebagai desa definitif pada 12 September 2011. Dalam kesempatan tersebut, Sutarno memberikan penghargaan kepada Tugiran dan Mbah Kardi sebagai tokoh yang berjasa besar dalam proses pemekaran desa. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah desa.

Meski berbagai capaian telah diraih, Sutarno tidak menutup mata bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Ia menyoroti kebutuhan mendesak terkait pembangunan jalan penghubung dan jalan lingkar desa yang belum rampung. “Ini adalah anugerah luar biasa. Meski sudah banyak pencapaian selama 14 tahun, kami menyadari masih banyak pekerjaan rumah, seperti pembangunan jalan penghubung antar desa dan jalan lingkar desa. Harapannya, dengan kehadiran Bapak Bupati, aspirasi warga bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-14 ini menjadi gambaran kuatnya kebersamaan masyarakat Desa Sumber Sari. Tradisi, budaya, dan refleksi sejarah kembali dipadukan untuk memperkuat tekad bersama dalam membangun desa. Warga berharap momentum ini dapat menghadirkan semangat baru demi tercapainya kesejahteraan yang lebih baik.

Bagikan: