Catatanrakyat.id, Tenggarong – Masalah ketersediaan air dan regenerasi petani menjadi dua fokus utama yang disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri saat meninjau langsung kegiatan pertanian di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.
Dalam pertemuan yang berlangsung di tengah lahan pertanian kelompok PPS Swadaya Mandiri, Aulia menegaskan bahwa pengadaan sumur bor dengan teknologi solar cell akan menjadi prioritas pemerintah daerah. Hal ini untuk mengatasi kendala air yang selama ini menjadi hambatan utama dalam keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.
“Kami akan menjadikan pengadaan sumur bor sebagai prioritas, karena ketersediaan air adalah kunci dalam menjaga keberlanjutan panen,” ucap Aulia.
Lebih lanjut, Bupati Aulia juga menegaskan tiga arah kebijakan Pemerintah Daerah dalam pemberdayaan sektor pertanian, yakni mempertahankan pertanian yang sudah berjalan, membuka lahan pertanian baru, serta mencetak generasi petani baru. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda agar pertanian tidak hanya bertahan, tetapi berkembang secara modern.
“Rumusnya sederhana, bangga menjadi petani. Jika petani sejahtera, maka anak-anak muda akan ikut terjun ke pertanian,” jelasnya.
Dalam dialog dengan petani, Ketua Gapoktan Maluhu, Abdul Mukid, menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan kendaraan pengangkut hasil panen yang sebelumnya telah diajukan melalui proposal. Aulia menegaskan akan segera merespons permintaan tersebut secara konkret.
Selain persoalan air dan alat transportasi panen, para petani juga mengeluhkan serangan hama berupa monyet liar yang kerap merusak tanaman. Menanggapi hal ini, Bupati menyatakan akan mencari solusi bijak dan berkelanjutan. Ia tidak menganjurkan langkah represif terhadap hewan, tetapi akan mengkaji penggunaan hewan peliharaan tertentu sebagai pengusir alami.
“Kalau tindakan represif, saya kira itu bukan pilihan bijak. Kita akan rumuskan alternatif lain agar tidak muncul masalah baru,” tandas Aulia.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kukar dalam menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan sekaligus upaya peningkatan kesejahteraan petani di masa depan. (Adv/DiskominfoKukar)





