Pemkab Kukar Kukuhkan Semangat Gotong Royong

Oleh catatanrakyat.id

pada Minggu, 20 Juli 2025

Lurah Kampung Baru, Bayu Ramanda Baninugraha menerima penghargaan Pelaksanaan Terbaik 1 dalam ajang BBGRM yang diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kukar.

Catatanrakyat.id, TENGGARONG – Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung semarak pada Minggu (20/07). Acara yang dipusatkan di Kecamatan Kota Bangun ini menjadi momentum kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Apel pencanangan dipimpin langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, didampingi Wakil Bupati Rendi Solihin, Ketua DPRD Kukar, serta Kepala DPMD Provinsi. Hadir pula para camat, kepala desa, LPM, hingga jajaran OPD, yang turut memperkuat semangat gotong royong sebagai identitas bangsa.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa meskipun apel dipusatkan di Kota Bangun, aksi gotong royong dilakukan serentak di seluruh wilayah Kukar. Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, kelurahan, serta berbagai unsur masyarakat.

“Ini kegiatan nasional yang dilaksanakan berjenjang dari pusat hingga desa. Tujuannya agar gotong royong tidak punah dan terus menjadi solusi dalam membangun bersama,” ungkap Arianto.

Sebagai bentuk apresiasi, DPMD Kukar memberikan penghargaan kepada desa dan kelurahan yang konsisten menjalankan praktik gotong royong. Penilaian dilakukan sejak 2022 hingga 2024 dengan indikator alokasi minimal 15% dana Rp50 juta per RT untuk kegiatan gotong royong.

Hasilnya, Desa Karang Tunggal (Tenggarong Seberang) dinobatkan sebagai Pelaksana Terbaik I tingkat desa, disusul Desa Sambera Baru (Marang Kayu) di posisi kedua, serta Desa Lebak Mantan (Muara Wis) dan Desa Kota Bangun Ulu sebagai Terbaik III.

Untuk kategori kelurahan, Kelurahan Baru (Tenggarong) berhasil meraih predikat Terbaik I, sedangkan Kelurahan Muara Jawa Tengah menempati peringkat kedua.

Selain itu, DPMD Kukar juga menyerahkan apresiasi kepada 10 desa dengan pengelolaan keuangan terbaik tahun 2024. Penilaian mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, serta penerapan transaksi non-tunai.

“Kami mendorong transaksi non-tunai sebagai standar. Evaluasi dilakukan menyeluruh, termasuk lewat desk online agar keuangan desa dikelola secara akuntabel,” jelas Arianto menegaskan pentingnya digitalisasi dan transparansi.

Desa yang masuk daftar terbaik di antaranya Desa Perian dan Tanjung Batuq Harapan (Muara Muntai), Desa Umaq Tukung (Tabang), Desa Mulawarman dan Karang Tunggal (Tenggarong Seberang), serta Desa Wonosari (Kota Bangun). Selain itu, Desa Melintang, Tuana Tuha, Loa Kulu Kota, dan Tanah Datar juga turut menerima penghargaan.

Melalui BBGRM ke-22 ini, Pemkab Kukar ingin meneguhkan kembali nilai kebersamaan dan gotong royong sebagai roh pembangunan. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah diharapkan mampu menghadirkan Kukar yang kuat, tangguh, dan berdaya saing.

Bagikan: