Pemkab Kukar Fokus Perbaiki Tata Kelola Desa dan Pemberdayaan Ekonomi Lewat Program Kukar Idaman

Oleh catatanrakyat.id

pada Selasa, 29 April 2025

Kadis DPMD Kukar Arianto (ist)

Catatanrakyat.id, Tenggarong- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperbaiki tata kelola desa dan memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan. Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kukar 2021–2026 dan visi besar Program Dedikasi Kukar Idaman.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menegaskan bahwa program Kukar Idaman tetap menjadi pedoman utama dalam arah pembangunan desa. “Program Kukar Idaman masih menjadi pedoman utama kami,” ungkap Arianto pada Selasa (29/04).

DPMD Kukar kini memfokuskan pendampingan secara intensif, terutama pada desa-desa yang masih lemah dalam aspek administrasi, seperti di Kecamatan Tabang dan Muara Kaman. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelemahan tata kelola yang sering kali menjadi hambatan dalam pelaksanaan program pembangunan desa.

“Dengan memperbaiki administrasi, kita berharap pelayanan publik di tingkat desa akan lebih efektif, transparan dalam perencanaan, dan efisien dalam penggunaan anggaran,” kata Arianto.

Selain pembenahan administratif, DPMD Kukar juga melanjutkan Program Bantuan Keuangan sebesar Rp 50 juta per Rukun Tetangga (RT), yang direncanakan untuk meningkat di tahun-tahun mendatang. Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan meningkatkan efektivitas pengelolaan dana.

“Kami akan tingkatkan pengawasan, supaya penggunaan anggaran benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Dalam jangka menengah, DPMD Kukar juga berupaya membangun kolaborasi produktif antara pemerintah desa dan lembaga ekonomi lokal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui unit usaha yang dikelola oleh masyarakat desa.

“Tujuan akhirnya adalah membentuk unit usaha yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tutup Arianto.

Bagikan: