Pembentukan Koperasi Merah Putih Selesai, Tantangan Pengelolaan Mulai Muncul

Oleh catatanrakyat.id

pada Rabu, 28 Mei 2025

Catatanrakyat.id, Kutai Kartanegara – Meski seluruh 20 desa di Kecamatan Muara Kaman telah menyelesaikan pembentukan Koperasi Merah Putih, sejumlah tantangan mulai menjadi perhatian. Penguatan kapasitas pengurus dan efektivitas program masih menjadi persoalan utama yang harus segera dijawab.

Camat Muara Kaman, Barliang, menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Namun ia juga mengingatkan bahwa pembentukan koperasi hanyalah langkah awal. Pengelolaan koperasi membutuhkan sistem administrasi dan keuangan yang transparan, hal yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak desa.

Sejumlah pihak menilai bahwa koperasi dibentuk secara cepat untuk memenuhi target, sehingga beberapa pengurus belum sepenuhnya memahami tugas teknis. Minimnya pelatihan membuat sejumlah koperasi berpotensi kesulitan menjalankan usaha secara berkelanjutan.

Instruksi Gubernur Kalimantan Timur memang mendorong percepatan pembentukan koperasi, namun percepatan ini memunculkan kekhawatiran bahwa koperasi dapat gagal berfungsi optimal tanpa evaluasi dan pendampingan lanjutan. Para pengamat menyebut perlunya pengawasan rutin.

Beberapa desa juga masih terbatas dalam hal modal awal dan sarana usaha. Tanpa dukungan fasilitas serta pendampingan intensif, koperasi berisiko hanya menjadi lembaga formal tanpa manfaat ekonomi yang signifikan bagi warga desa.

Meski demikian, pembentukan koperasi tetap dipandang sebagai langkah progresif. Tantangan yang muncul justru dapat menjadi dasar perbaikan sistem agar koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi.

Pembentukan 20 KMP di Muara Kaman menjadi pencapaian penting, namun kerja besar selanjutnya menanti. Pemerintah daerah diharapkan memberikan pendampingan jangka panjang agar koperasi tidak hanya ada di atas kertas, tetapi berfungsi sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat desa. (Adv/DPMDKukar)

Bagikan: