Muara Jawa Tampilkan Inovasi Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM di Ajang TTG 2025

Oleh catatanrakyat.id

pada Kamis, 16 Oktober 2025

Catatanrakyat.id, TENGGARONG – Kecamatan Muara Jawa kembali menarik perhatian publik setelah memamerkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) pada gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) 2025 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya volume sampah plastik yang kian membebani lingkungan.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengungkapkan bahwa ide tersebut lahir dari keprihatinan melihat sampah plastik yang menumpuk setiap hari. Menurutnya, wilayah Muara Jawa menghasilkan sekitar 25 hingga 30 ton sampah harian, sebagian besar berupa plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. “Volume sampah di Muara Jawa mencapai 25 sampai 30 ton per hari, dan yang paling dominan adalah plastik,” ujarnya saat presentasi TTG, Rabu (15/10).

Sebelumnya, sejumlah metode pengelolaan telah dicoba, namun tidak berjalan optimal. Ramli menjelaskan bahwa penggunaan alat berbahan bakar gas dinilai tidak sebanding antara biaya operasional dan hasil. Perubahan strategi ke alat berbahan bakar kayu terbukti lebih efektif, terutama karena potongan kayu banyak ditemukan di tumpukan sampah. “Dengan kayu, kami tidak perlu membeli bahan bakar lagi,” katanya.

Pendekatan baru berbasis pirolisis itu justru memberi hasil yang lebih menguntungkan. Dari satu kali proses, sampah plastik dapat menghasilkan BBM dengan nilai ekonomi mencapai Rp900 ribu per hari. “Awalnya hanya ingin mengurangi sampah plastik. Ternyata manfaatnya jauh lebih besar,” jelas Ramli.

Program ini dilaksanakan oleh Gerakan Muara Jawa Bersih (GMJB), organisasi yang telah bermitra dengan kecamatan selama dua dekade dalam pengelolaan sampah. Seluruh peralatan yang digunakan merupakan aset pemerintah kecamatan maupun daerah. “Apa yang dikelola GMJB adalah aset publik yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Dampaknya terlihat signifikan. GMJB mampu membakar hingga 100 kilogram sampah plastik per hari, setara dengan sekitar 400 karung plastik. Dengan daya olah tersebut, timbunan sampah di Muara Jawa dapat ditekan secara efektif. Untuk menjamin ketersediaan bahan baku, kecamatan menyediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di hampir setiap wilayah, yang kemudian diangkut GMJB setiap hari.

Ramli menyebutkan bahwa inovasi pirolisis hanyalah satu dari beberapa teknologi tepat guna yang sedang dikembangkan. “Tahun ini baru pirolisis yang kami tampilkan,” katanya. Ia berharap teknologi ini semakin diperkuat agar menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah.

Apresiasi datang dari DPMD Kukar. Ahmad Irji’i menyebut inovasi ini sebagai contoh terbaik penerapan teknologi tepat guna berbasis masyarakat. “Selain menjawab persoalan lingkungan, inovasi ini juga membuka peluang ekonomi dan memberdayakan warga,” ujarnya.

Irji’i optimistis bahwa keberhasilan Muara Jawa dapat menginspirasi wilayah lain untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan. (Adv)

Bagikan: