Catatanrakyat.id, Tenggarong – Takbir dan tahmid bergema menggema di Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin, Tenggarong, Jumat pagi saat ribuan jamaah menanti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H. Di baris depan hadir Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara bersama keluarga, menundukkan hati dalam sujud syukur.
Usai salam, Sekda menyerahkan seekor sapi qurban mewakili Pemerintah Kabupaten Kukar, menggenapkan nuansa kebersamaan. Dalam khutbah singkatnya, Sekda menekankan keterhubungan spiritual dan sosial Idul Adha.
“Idul Adha mengajarkan kita tentang Habluminallah, hubungan manusia dengan Allah, dan Habluminannas, hubungan antar sesama manusia. Ibadah qurban ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi mengandung nilai solidaritas yang sangat kuat,” tegasnya.
Ia mengajak jamaah menempatkan qurban sebagai fondasi budaya berbagi, menolong mereka yang membutuhkan. Sekda lalu merinci peran qurban sebagai energi moral pembangunan.
“Qurban merupakan simbol ketaatan kepada Allah SWT yang berlandaskan iman dan takwa. Namun, ia juga menjadi momentum kita untuk saling membantu dan mempererat solidaritas di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Pandangan ini selaras dengan visi 23 Program Dedikasi Kukar Idaman—program yang mencakup peningkatan literasi Al‑Qur’an via GEMA, beasiswa tahfidz, hingga penguatan ekonomi melalui Kredit Kukar Idaman. Ia menyoroti pentingnya pengorbanan nonfinansial.
“Pengorbanan ini akan memperkuat mental spiritual kita, membentuk karakter tangguh, dan menumbuhkan kepekaan batin dalam menjalankan berbagai program pembangunan di Kukar,” imbuhnya.
Menurutnya, masyarakat yang rela mendonorkan tenaga dan pikiran mampu mempercepat akselerasi kebijakan daerah. Optimisme Sekda terhadap keberlanjutan program tampak jelas.
“Kami optimis program Kukar Idaman Terbaik ini akan melanjutkan dan menyempurnakan capaian sebelumnya agar pembangunan di Kukar semakin inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menilai sukses Pilkada dan PSU sebagai indikasi kedewasaan demokrasi lokal.
“Walau berbeda pilihan, kini kita kembali satu keluarga besar Kutai Kartanegara yang bersatu dalam ikatan persaudaraan dan perintah Allah,” tuturnya, disambut takbir jamaah.
Menjelang purna tugas, Sekda menyampaikan terima kasih atas sinergi seluruh elemen masyarakat, seraya memohon maaf atas kekhilafan. Ia mengingatkan agar semangat Idul Adha terus mengilhami gotong royong memajukan Kukar.
Penyerahan sapi qurban pagi itu bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan testimoni nyata bahwa nilai keimanan dapat dipadukan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, Idul Adha 1446 H di Masjid Jami’ menjadi tonggak pengokoh solidaritas dan komitmen bersama mewujudkan kesejahteraan Kutai Kartanegara. (Adv/DiskominfoKukar)





