Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti Dorong Kolaborasi Pendidikan Kuat di Kaltim, Pemkab Kukar dan Wagub Bahas Sekolah Rakyat Bukit Biru

Oleh catatanrakyat.id

pada Sabtu, 14 Juni 2025

Foto : Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti Dorong Kolaborasi Pendidikan Kuat di Kaltim, Pemkab Kukar dan Wagub Bahas Sekolah Rakyat Bukit Biru. (Istimewa)
Foto : Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti Dorong Kolaborasi Pendidikan Kuat di Kaltim, Pemkab Kukar dan Wagub Bahas Sekolah Rakyat Bukit Biru. (Istimewa)

Catatanrakyat.id, Tenggarong – Dialog Pendidikan di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim pada Jumat malam (13/6/2025) menjadi ajang penting penyatuan visi pembangunan sektor pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah.

Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu’ti, bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, serta jajaran kepala perangkat daerah, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kukar, Ahydani Fadianur Diani, menunjukkan keseriusan semua pihak dalam menuntaskan tantangan pemerataan mutu pendidikan.

Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ekosistem pendidikan yang inklusif tidak dapat dibangun tanpa keselarasan program lintas‐pemerintahan.

“Pendidikan yang kuat hanya bisa dibangun lewat kolaborasi. Tanpa itu, segala upaya akan berjalan parsial dan tidak maksimal,” jelas Mu’ti dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Pesan tersebut menggarisbawahi perlunya koordinasi simultan antara kebijakan pusat—seperti kurikulum dan digitalisasi—dan kebijakan daerah terkait pembangunan fasilitas fisik hingga pemberdayaan tenaga pendidik.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Seno Aji memaparkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bukit Biru, Tenggarong, yang dinilai strategis untuk mendekatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat pedesaan. Pemprov Kaltim pun menggagas pendirian sekolah unggulan di Kabupaten Kukar sebagai lokomotif standar mutu yang diharapkan menular ke sekolah‐sekolah lain. Upaya tersebut memperoleh dukungan penuh dari Pemkab Kukar.

Ahydani Fadianur menilai bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada infrastruktur pendukung dan percepatan digitalisasi. Ia menyoroti konsepsi smart classroom sebagai elemen utama dalam akselerasi kualitas pembelajaran.

Sinergi ini juga memerlukan keterlibatan dunia usaha, lembaga non‐pemerintah, dan masyarakat. Penerapan program CSR perusahaan tambang serta perkebunan di Kukar dapat diarahkan untuk memperkuat fasilitas pendidikan dan pelatihan guru. Sementara itu, implementasi smart classroom menuntut penyediaan jaringan internet stabil di seluruh wilayah, termasuk daerah pesisir dan pedalaman. Dengan kolaborasi multi‐stakeholder, visi “pendidikan merata, kualitas meningkat” menjadi lebih realistis.

Penutup acara dialog menegaskan komitmen semua pihak untuk menyusun peta jalan (roadmap) terintegrasi. Roadmap tersebut akan memuat target jangka pendek—pembangunan Sekolah Rakyat dan piloting smart classroom—hingga target jangka panjang berupa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim melalui sektor pendidikan.

Melalui forum ini, sinergi antarpemangku kebijakan diharapkan semakin solid, melahirkan terobosan nyata, dan mengakselerasi kemajuan pendidikan di Kukar serta Kalimantan Timur pada umumnya. (Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan: