Catatanrakyat.id, Tenggarong – Turnamen Esport Pesisir Mobile Legends yang akan digelar pada 26 Juli 2025 di Kaltim Park, Kuala Samboja, bukan sekadar ajang kompetisi gim. Kegiatan ini disiapkan untuk menjadi tonggak awal lahirnya event tahunan berskala besar: Festival Pesisir. Melibatkan tiga Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) dari Samboja, Muara Jawa, dan Samboja Barat, turnamen ini menunjukkan semangat kolaborasi dan kemandirian anak muda pesisir Kukar.
Menurut Ketua Panitia As Sabirin, pihaknya sejak awal tidak ingin hanya mengandalkan dana dari pemerintah.
“Memang salah satu faktornya adalah Kekraf ini berdiri di bawah Dinas Pariwisata. Tapi kami nggak mau selalu mengharap bantuan pemerintah, jadi diusahakan untuk bisa bergerak sendiri tanpa dana pemerintah,” ujar Sabirin pada Selasa (8/7/2025).
Sabirin menegaskan, langkah ini tidak berarti menutup pintu terhadap dukungan pemerintah. Justru, turnamen ini adalah bentuk nyata peran aktif pemuda sebagai penggerak kegiatan kreatif di wilayah pesisir.
“Kalau menunggu APBD kan sudah terprogram dari Dispar, jadi kami bergerak duluan sebagai pembuktian. Tinggal nanti bagaimana dinas memandang langkah kami ke depan,” imbuhnya.
Awalnya, panitia mempertimbangkan membuka beberapa cabang seperti E-Football, Free Fire, dan PUBG Mobile. Namun karena komunitas Mobile Legends lebih besar dan aktif, akhirnya MLBB dipilih sebagai fokus utama untuk edisi perdana ini.
Grand final akan dikemas seperti sebuah festival mini. Selain pertandingan 16 tim terbaik, malam puncak akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya serta partisipasi UMKM lokal.
“Nanti di dalam acara puncak, kita mengusahakan untuk bikin venue yang besar, mendatangkan guest star, ada penampilan budaya, dan yang pasti UMKM lokal kita undang untuk hadir di malam puncak. Semoga harapannya bisa terlaksana,” jelas Sabirin.
Turnamen ini membuka peluang besar bagi talenta-talenta esport lokal untuk unjuk kemampuan. Lebih dari itu, acara ini diharapkan jadi titik awal lahirnya sinergi kreatif antara komunitas, pelaku UMKM, dan seniman lokal dalam satu panggung bersama.
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan mampu memantik pergerakan ekonomi kreatif di kawasan pesisir Kukar dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan potensi lokal secara mandiri. (Adv/DiskominfoKukar)





