Kecamatan Kota Bangun Dorong Ikan Asap hingga Amplang Jadi Ikon UMKM Lokal

Oleh catatanrakyat.id

pada Rabu, 2 Juli 2025

Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim

Catatanrakyat.id, TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mendorong pengembangan produk olahan perikanan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Beragam produk seperti ikan asap, kerupuk ikan, dan amplang kini tengah dipacu menjadi ikon khas Kota Bangun.

Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim, menyampaikan bahwa potensi perikanan di wilayahnya masih sangat besar dan belum dimaksimalkan secara optimal.

“Kami ingin produk ikan asap, kerupuk ikan, dan amplang ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bangun,” ujarnya.

Abdul Karim menambahkan, pihak kecamatan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan UMKM Kukar dalam memberikan pelatihan serta pendampingan kepada para pelaku usaha. Langkah ini dilakukan agar produk olahan ikan mampu memenuhi standar kualitas pasar modern.

“Ikan asap warga Kota Bangun sudah mulai diminati pasar lokal, bahkan menembus daerah sekitar Kukar. Selain awet, metode pengasapan memberikan cita rasa khas yang menarik konsumen,” jelasnya.

Selain ikan asap, produk turunan lainnya seperti kerupuk ikan dan amplang juga semakin digemari. Berbahan baku ikan sungai asli, permintaan terhadap produk-produk tersebut terus meningkat signifikan.

“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, UMKM di Kota Bangun akan semakin siap menghadapi tantangan pasar modern,” terang Abdul Karim.

Dukungan permodalan juga telah disiapkan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.

Abdul Karim berharap dorongan pemerintah daerah mampu menjadikan produk olahan ikan asal Kota Bangun tidak hanya populer di tingkat lokal, tetapi juga dikenal secara nasional.

“Kalau UMKM kita naik kelas, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan sektor UMKM tidak hanya mendorong ekonomi warga, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan menjadi kunci utama mewujudkan UMKM Kota Bangun yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Bagikan: