Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Kota Bangun III menerapkan sistem jemput bola untuk memastikan seluruh balita mengikuti penimbangan rutin. Kepala Desa Lilik Hendrawanto mengatakan, setiap anak wajib terdata dan terpantau kesehatannya. Jika ada balita tidak hadir saat kegiatan posyandu, kader langsung mendatangi rumah orang tua untuk melakukan pemeriksaan.
Menurut Lilik, langkah ini cukup efektif menjaga komitmen desa terhadap pelayanan dasar kesehatan anak. Ia menilai kesehatan balita merupakan fondasi penting bagi masa depan desa dan tidak boleh diabaikan. Program ini juga menjadi bentuk keseriusan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Lilik berharap pemerintah kabupaten dapat lebih memperhatikan karakteristik tiap desa. Menurutnya, kebutuhan dan potensi setiap wilayah berbeda sehingga kebijakan yang disamaratakan tidak akan berjalan efektif. Ia meminta agar ada pemetaan yang lebih akurat dalam penyusunan program bantuan dan intervensi.
Kepala desa juga menyampaikan bahwa Desa Kota Bangun III memiliki potensi pengembangan ekonomi yang kuat. Meski pusat kecamatan berada di Gedang Ipil, wilayahnya dinilai mampu tumbuh sebagai pusat perdagangan dan jasa. Ia menilai pembangunan ruko dan kios pasar dapat membuka roda ekonomi baru bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Lilik mengkritisi pelaksanaan musrenbang yang menurutnya belum sepenuhnya menampung aspirasi desa. Ia berharap SKPD dapat lebih jeli membaca usulan yang disampaikan desa. Menurutnya, desa merupakan pihak yang paling mengetahui kebutuhan warganya secara langsung.
Dengan kolaborasi dan perhatian pemerintah kabupaten, Desa Kota Bangun III optimistis dapat mewujudkan visi Mahardika: Mandiri, Harmonis, Demokratik, Religius, Kreatif, dan Aktif. Ia menegaskan pentingnya sinergi dalam perencanaan agar program dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Adv/DPMDKukar)





