Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Liang Ulu kembali menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai fokus utama tahun ini. Kepala Desa Mulyadi menyebut ada sejumlah proyek vital yang telah diajukan sejak lama namun belum mendapatkan realisasi. Salah satunya adalah pembangunan jalan penghubung antara Liang Ulu dan Kota Bangun Ilir melalui Jalur Awang Long, yang dikenal sebagai jalur bersejarah. Meskipun berkali-kali diusulkan, perbaikannya belum juga terealisasi.
Selain akses jalan, perbaikan Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Liang Ulu juga menjadi kebutuhan mendesak. Gedung yang berdiri sejak 2004 itu memiliki peran strategis dalam aktivitas masyarakat, mulai dari rapat lintas desa, acara kecamatan, hingga menjadi tempat pelantikan kepala desa. Kini kondisinya membutuhkan renovasi besar karena banyak bagian bangunan yang sudah tidak layak digunakan. Pemerintah desa berharap renovasi dapat dilakukan pada 2026.
Menurut Mulyadi, keberadaan BPU tidak hanya dinikmati oleh warga Liang Ulu, tetapi juga sebelas desa lain yang berada di wilayah hulu. Dengan intensitas pemakaian yang tinggi, gedung tersebut menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat. Karena itu, pemerintah desa menilai bahwa renovasi BPU merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Selain dua proyek utama tersebut, pemerintah desa juga mengajukan pembangunan fasilitas umum di area belakang kantor desa. Infrastruktur baru ini dirancang untuk menunjang pelayanan publik serta ruang aktivitas sosial masyarakat. Lokasi itu dinilai strategis untuk menjadi pusat layanan agar warga dapat memperoleh pelayanan desa dengan lebih baik dan efisien.
Meski sejumlah rencana telah disusun, pemerintah desa menghadapi keterbatasan anggaran sebagai kendala utama. Tidak adanya perusahaan yang menyalurkan program CSR ke wilayah desa membuat realisasi pembangunan bergantung sepenuhnya pada dukungan pemerintah kabupaten. Hal ini memperlambat proses perencanaan yang sudah lama disiapkan pemerintah desa.
Mulyadi berharap kehadiran bupati baru dapat membawa perubahan positif terhadap percepatan pembangunan desa. Ia menekankan bahwa infrastruktur menjadi kunci utama penggerak ekonomi masyarakat. “Jika jalan dan fasilitas umum terpenuhi, desa bisa berkembang lebih cepat. Kami sangat berharap program ini mendapatkan perhatian penuh,” tegasnya. (Adv/DPMDKukar)





