Gotong Royong Menjadi Identitas Sosial Kukar, DPMD Dorong Penguatan Melalui BBGRM

Oleh catatanrakyat.id

pada Senin, 28 April 2025

Ilustrasi (Aktfitas gotong royong masyarakat kelurahan Muara Jawa Ulu

Catatanrakyat.id, Tenggarong – Semangat gotong royong yang kental dalam kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui berbagai program, salah satunya adalah Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar secara konsisten mendorong pelestarian budaya kolektif ini agar tetap menjadi nilai utama dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa gotong royong telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Kukar. “Budaya gotong royong ini sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat kita. Ini adalah nilai yang tidak bisa dipisahkan dari karakter sosial kita,” ungkap Arianto pada Senin (28/4).

Sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi nilai gotong royong, Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta untuk setiap Rukun Tetangga (RT), dengan ketentuan 15 persen dari dana tersebut wajib digunakan untuk kegiatan gotong royong. Hal ini merupakan instruksi yang sudah dimasukkan dalam petunjuk teknis pemanfaatannya.

“Itu sudah menjadi instruksi, dan kami pastikan setiap RT mengalokasikan anggaran tersebut untuk kegiatan yang bisa memperkuat semangat kebersamaan,” jelas Arianto.

Lebih lanjut, Arianto menuturkan bahwa BBGRM bukan hanya sekedar ajang seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momen penting untuk menilai sejauh mana desa atau kelurahan menghidupkan kembali budaya gotong royong, terutama dalam penggunaan anggaran yang telah diberikan. “Kami menggunakan BBGRM sebagai sarana evaluasi untuk memastikan bahwa budaya gotong royong tetap menjadi bagian integral dalam setiap kegiatan di tingkat RT,” tambahnya.

Melalui penguatan gotong royong yang berkelanjutan, Pemkab Kukar berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih solid, mandiri, dan partisipatif dalam pembangunan lingkungan sekitar. “Dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong, kami berharap masyarakat bisa menjadi lebih aktif dalam pembangunan dan menjaga keharmonisan antarwarga,” tutup Arianto.

Bagikan: