Edi Damansyah Serukan Etika Politik dan Tugas Kemanusiaan dalam Pidato Perpisahan

Oleh catatanrakyat.id

pada Selasa, 1 Juli 2025

Foto : Edi Damansyah Serukan Etika Politik dan Tugas Kemanusiaan dalam Pidato Perpisahan. (Istimewa)
Foto : Edi Damansyah Serukan Etika Politik dan Tugas Kemanusiaan dalam Pidato Perpisahan. (Istimewa)

Catatanrakyat.id, Tenggarong – Dalam momen serah terima jabatan yang penuh haru di halaman Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong, Senin (30/6/2025), Bupati Kutai Kartanegara periode sebelumnya, Edi Damansyah, menyampaikan sejumlah pesan penting terkait kondisi politik dan tanggung jawab sosial di wilayahnya.

Edi secara terbuka menyampaikan keprihatinannya terhadap dinamika politik lokal yang sering kali dipenuhi intrik dan persaingan tidak sehat. Ia menggambarkan bahwa meski permukaan politik Kukar terlihat tenang, di bawahnya terdapat gejolak yang kerap kali diwarnai oleh aktor-aktor yang sama.

“Kondisi politik di Kutai Kartanegara terkesan senyap di permukaan, tapi jangan kaget bahwa kondisi yang terlihat senyap itu, bergejolak di bawah. Terlebih lagi pemain politik adalah orangnya itu-itu saja,” ujarnya.

Menurut Edi, politik lokal sering kali memperlihatkan wajah yang tragis dan kejam, di mana pemimpin yang bekerja dengan baik pun tidak lepas dari upaya pendiskreditan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menumbuhkan kembali politik yang sehat dan beretika.

“Politik yang baik dan beretika harus tetap ada di Kutai Kartanegara. Jangan selalu bersikut-sikutan. Hilangkan perbedaan demi kemajuan Kutai Kartanegara di lima tahun ke depan,” tegasnya.

Lebih dari itu, Edi juga menekankan pentingnya masyarakat dan pemimpin untuk bersatu dalam mengemban tugas kemanusiaan. Ia menyebut bahwa tugas tersebut tidak pernah selesai dan harus terus dijalankan demi kesejahteraan rakyat.

“Tugas kemanusiaan tidak pernah selesai, teruslah berbuat baik demi kesejahteraan rakyat Kutai Kartanegara,” pesannya.

Dalam pesannya kepada bupati dan wakil bupati terpilih, Aulia Rahman dan Rendi Solihin, Edi berharap keduanya dapat bekerja dengan baik dan tetap memegang kepercayaan rakyat. Ia juga meminta masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Pesan-pesan Edi Damansyah tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah demokrasi lokal Kukar, sekaligus menjadi pengingat bahwa regenerasi kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, melainkan tentang melanjutkan perjuangan demi kemaslahatan masyarakat secara menyeluruh. (Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan: