DPMD Kukar Siap Jadi Percontohan Program Desa Tematik di Kaltim

Oleh catatanrakyat.id

pada Jumat, 20 Juni 2025

Kadis DPMD Kukar Arianto saat menghadiri rapat teknis perceptan pembangunan desa/pic:ist

Catatanrakyat.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat arah pembangunan desa melalui sinergi lintas daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Teknis Percepatan Pembangunan Desa 2025 yang digelar di Samarinda, Selasa (17/6), dan diikuti oleh 80 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Timur serta tujuh kabupaten/kota.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah dan mempercepat realisasi program pembangunan desa. “Selain membahas strategi percepatan pembangunan, forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta pembaruan data desa yang menjadi dasar kebijakan dan perencanaan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Arianto memaparkan, terdapat sembilan program tematik yang menjadi fokus dalam percepatan pembangunan desa. Di antaranya adalah Desa Digital, Desa Wisata, Desa Ekspor, Desa Ramah Lingkungan, Desa Ramah Perempuan dan Anak, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sejumlah program tersebut bahkan telah terintegrasi dalam rencana kerja Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ia menilai rapat teknis ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. “Untuk Kukar sendiri, sebagian besar program tematik sudah kami masukkan ke dalam rencana kerja daerah. Ini menjadi langkah baik dalam memperkuat arah pembangunan desa,” tambahnya.

Selain membahas sektor tematik, forum tersebut juga menyoroti isu strategis seperti pemerataan akses listrik di 1.038 desa dan kelurahan di Kaltim. “Materi rapat menjelaskan secara detail tentang pemenuhan listrik oleh PLN, baik melalui jaringan utama maupun jaringan komunal, yang ditargetkan tuntas pada 2027,” terang Arianto.

Lebih jauh, DPMD Kukar juga telah mulai memetakan peran daerah dalam mendukung implementasi program tematik. “Kami sudah mengidentifikasi peran kabupaten dalam penganggaran 2026, termasuk mengusulkan agar bantuan provinsi diarahkan pada penguatan desa tematik dan desa ketahanan pangan,” ungkapnya.

Arianto menambahkan, Kutai Kartanegara siap menjadi pilot project pelaksanaan desa tematik di Kalimantan Timur, sejalan dengan penunjukan Kukar sebagai daerah percontohan program ketahanan pangan. “Dengan potensi dan pengalaman yang kami miliki, kami optimistis Kukar bisa menjadi model pembangunan desa yang inovatif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Bagikan: