DPMD Kukar Dorong UMKM Sebagai Solusi Transisi Energi di Wilayah Pascatambang

Oleh catatanrakyat.id

pada Senin, 10 November 2025

TENGGARONG — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara ikut berperan aktif dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan dan Pengembangan UMKM dalam Mendorong Transisi Energi Berkeadilan pada Masyarakat Terdampak Tambang Batubara di Kalimantan Timur”. Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Mitra Hijau (YMH) bekerja sama dengan Universitas Mulawarman di Hotel Aston Samarinda pada Oktober lalu.

FGD menghadirkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku UMKM, hingga komunitas lokal. Forum ini bertujuan membahas strategi ekonomi baru bagi wilayah terdampak penurunan industri tambang batubara, sekaligus menyiapkan masyarakat menghadapi agenda nasional menuju energi terbarukan dan target Net Zero Emission.

Ahmad Irji’i, Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kukar, menjelaskan bahwa diskusi tersebut menjadi sarana penting untuk memetakan tantangan dan peluang UMKM di wilayah pascatambang. “FGD ini membantu kami memahami kondisi lapangan secara lebih jelas dan menyiapkan ekonomi alternatif agar masyarakat tetap produktif meski tambang mulai berhenti,” ujarnya.

Menurut Irji’i, Kutai Kartanegara dan wilayah terdampak tambang lainnya sangat rentan menghadapi penurunan pendapatan akibat ketergantungan besar terhadap sektor pertambangan, yang menyumbang sekitar 46% PDRB Kalimantan Timur menurut BPS 2024. Oleh karena itu, ekonomi lokal berbasis UMKM menjadi prioritas pembangunan alternatif.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai model usaha yang dapat dikembangkan, mulai dari pengolahan hasil pertanian, olahan pangan lokal, hingga wirausaha kreatif. Tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM antara lain keterbatasan modal, akses pasar, dan kapasitas manajerial, sehingga kerja sama lintas sektor dinilai mutlak.

Dari diskusi ini diharapkan muncul rekomendasi yang dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat UMKM, membangun ekonomi desa yang mandiri, dan memastikan masyarakat menjadi pelaku utama dalam transisi energi. “Perubahan besar selalu bermula dari desa, tempat fondasi ketahanan ekonomi Indonesia dibangun,” pungkas Irji’i. (Adv)

Bagikan: