DPMD Kukar Dorong Digitalisasi Desa, Inovasi SIDA-BUSU Desa Loa Duri Ulu Diharapkan Jadi Percontohan

Oleh catatanrakyat.id

pada Sabtu, 12 Juli 2025

Foto : Digitalisasi pelayanan desa menjadi salah satu fokus utama DPMD Kukar dalam mendorong pemerataan akses layanan publik. (Istimewa)
Foto : Digitalisasi pelayanan desa menjadi salah satu fokus utama DPMD Kukar dalam mendorong pemerataan akses layanan publik. (Istimewa)

Catatanrakyat.id, Tenggarong – Digitalisasi pelayanan desa menjadi salah satu fokus utama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong pemerataan akses layanan publik. Salah satu desa yang menonjol dalam transformasi ini adalah Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, yang telah meluncurkan aplikasi SIDA-BUSU (Sistem Informasi Desa Berbasis Pelayanan Umum untuk Semua Usia).

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyambut baik terobosan digital tersebut. Ia mengatakan bahwa DPMD Kukar secara konsisten mendorong setiap desa untuk melakukan inovasi dalam tata kelola pemerintahan berbasis teknologi. Aplikasi seperti SIDA-BUSU dinilai sebagai langkah konkret dalam mempercepat layanan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Desa Loa Duri Ulu mungkin terinspirasi dari desa-desa sebelumnya seperti Buana Jaya yang pernah menjadi desa digital. Sekarang mereka berinovasi lewat aplikasi SIDA-BUSU,” ujar Arianto pada 20 Juli 2025.

Namun, ia menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada infrastruktur, melainkan pada kesiapan masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital tersebut. Menurutnya, meski jaringan internet sudah tersedia di sebagian besar desa, masih banyak masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi informasi.

“Karakter masyarakatnya juga beragam, ada yang sudah melek teknologi, tapi ada juga yang belum. Jadi pendekatannya tidak bisa disamaratakan,” jelasnya.

DPMD mengakui bahwa belum ada satu sistem pelayanan digital yang tersentralisasi untuk seluruh desa karena harus mempertimbangkan kondisi lokal masing-masing wilayah. Oleh karena itu, inovasi dari desa seperti Loa Duri Ulu diharapkan mampu membuka jalan bagi pembelajaran dan adaptasi bertahap.

Lebih lanjut, Arianto berharap langkah ini bisa menjadi tonggak awal transformasi digital desa-desa lainnya di Kukar. Menurutnya, perlu sinergi antara pemerintah daerah dan aparatur desa dalam membangun sistem layanan berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan Desa Loa Duri Ulu bisa menjadi pilot project dan dapat dicontoh oleh desa-desa lain,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan: