DLH Samarinda Tindaklanjuti Sampah GOR Kadrie Oening, Siap Beri Sanksi Jika Terbukti

Oleh catatanrakyat.id

pada Sabtu, 16 Agustus 2025

Catatanrakyat.id, SAMARINDA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menanggapi laporan masyarakat terkait tumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan dan diduga berasal dari kawasan GOR Kadrie Oening, Stadion Sempaja.

Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah, memastikan pihaknya telah mengirimkan petugas untuk membersihkan sampah yang ditemukan di sekitar gorong-gorong dan drainase yang mengarah langsung ke Sungai Karang Mumus (SKM).

“Sampahnya sudah kami bersihkan. Tim kami turun ke lokasi pagi tadi, dan hasilnya sudah kami dokumentasikan,” ujar Endang saat dikonfirmasi, Jumat (16/8/2025).

Ia menambahkan, meskipun pembersihan telah dilakukan, pihaknya belum bisa memastikan apakah benar sampah tersebut berasal dari pengelola GOR. Oleh karena itu, tim verifikasi dari DLH dan bidang penataan lingkungan akan diterjunkan ke lokasi dalam waktu dekat.

“Kami akan investigasi lebih lanjut. Apakah benar sampah itu berasal dari aktivitas GOR atau dari masyarakat sekitar yang beraktivitas saat akhir pekan,” jelasnya.

Jika dalam verifikasi ditemukan bahwa sampah berasal dari pihak pengelola GOR, DLH tak segan memberikan sanksi tegas sesuai peraturan daerah yang berlaku tentang pengelolaan sampah.

“Kalau itu terbukti, tentu akan ada sanksi. Tidak boleh ada aktivitas yang mengorbankan lingkungan sekitar,” tegas Endang.

Keluhan terkait sampah juga disampaikan langsung oleh warga. Ridwan Salam, warga RT 29, mengaku sudah cukup lama memperhatikan aliran sampah plastik yang diduga berasal dari GOR.

“Kelihatannya memang dari sana (GOR), karena arus sampahnya itu menuju ke wilayah kami, terutama saat hujan. Sudah sering kami sampaikan agar ini ditindaklanjuti,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Anang Rivani, warga RT 30. Ia menggambarkan kondisi parah yang terjadi saat musim hujan atau air pasang, ketika tumpukan sampah menutup sebagian jembatan.

“Kalau air pasang, sampah numpuk sampai dua meter panjangnya dari arah jembatan sampai ke depan rumah warga. Kami harus bersihkan sendiri karena alirannya mampet,” keluhnya.

Endang berharap masyarakat juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya mengandalkan pemerintah. DLH juga akan memperkuat pengawasan terhadap titik-titik TPS liar dan kegiatan massal yang berpotensi menghasilkan limbah plastik berlebih.

Bagikan: