Catatanrakyat, Kutim – Menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat pada jam-jam sibuk, Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur (Dishub Kutim) meningkatkan kesiapsiagaan personel untuk mengendalikan arus lalu lintas di Sangatta.
Langkah ini diambil guna menjaga kelancaran mobilitas dan keselamatan pengguna jalan.
Dishub Kutim menilai jam sibuk pagi dan sore menjadi periode paling krusial dalam pengelolaan lalu lintas.
Pada waktu tersebut, berbagai aktivitas berlangsung bersamaan sehingga berpotensi menimbulkan perlambatan arus.
Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim, Zulkarnain, menyebut pengendalian diperketat sebagai langkah pencegahan.
“Kami siaga penuh di jam sibuk karena pada waktu itulah potensi hambatan paling tinggi terjadi,” katanya.
Petugas ditempatkan di simpang-simpang utama serta ruas jalan dengan tingkat pergerakan kendaraan tinggi.
Pengaturan dilakukan secara manual untuk memastikan arus tetap bergerak dan tidak terjadi antrean panjang.
Dishub Kutim juga melakukan pengawasan terhadap angkutan umum dan bus karyawan agar mematuhi titik resmi naik dan turun penumpang.
Praktik berhenti di luar lokasi yang ditentukan dinilai memperbesar risiko kemacetan.
Menurut Zulkarnain, kesadaran pengguna jalan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengendalian lalu lintas.
“Kalau semua tertib dan mengikuti arahan petugas, pengendalian di jam sibuk bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Selain penjagaan langsung, Dishub Kutim memanfaatkan hasil pemetaan lalu lintas sebagai dasar pengaturan harian.
Data tersebut membantu petugas menentukan prioritas lokasi pengawasan.
Upaya ini juga diiringi dengan imbauan kepada masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dan mematuhi rambu lalu lintas.
Melalui kesiapsiagaan personel dan dukungan masyarakat, Dishub Kutim berharap pengendalian lalu lintas di Sangatta tetap optimal meski aktivitas warga terus meningkat. (ADV)





