Catatanrakyat.id, Tenggarong – Pemerintah Desa Rapak Lambur terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-13 tingkat Kecamatan Tenggarong. Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 16 hingga 20 Juni 2025, dengan target penyelesaian persiapan sebelum pertengahan bulan.
Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa hingga awal Juni, persiapan telah mencapai 85 persen dan akan dituntaskan dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, tinggal finalisasi. H-7 kita gelar rapat terakhir untuk menyempurnakan persiapan,” ujarnya.
MTQ ke-13 ini akan melibatkan berbagai cabang lomba yang tersebar di lima lokasi utama di Desa Rapak Lambur. Lokasi tersebut meliputi lapangan sepak bola desa sebagai arena utama, SD setempat, Balai Pertemuan Umum (BPU) kantor desa, serta beberapa musala yang akan difungsikan untuk pelaksanaan cabang lomba lainnya.
Pemerintah desa mengatur penyebaran lokasi lomba dengan tujuan untuk mencegah kepadatan di satu titik, sehingga kenyamanan peserta dan pengunjung tetap terjaga. Yusuf menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyesuaikan pemondokan berdasarkan jumlah peserta dari setiap desa dan kelurahan yang turut serta.
“Ada lima titik yang akan kita gunakan, termasuk lapangan sepak bola sebagai arena utama, SD, BPU kantor desa, serta beberapa musala untuk cabang lomba,” katanya.
Untuk menyempurnakan pelaksanaan, Desa Rapak Lambur akan mengikuti rapat koordinasi terakhir dengan pihak Kecamatan Tenggarong pada 12 Juni 2025. Rapat ini akan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan dari sisi teknis maupun non-teknis sebelum pelaksanaan MTQ dimulai.
Menjadi tuan rumah MTQ tingkat kecamatan adalah pengalaman pertama bagi Desa Rapak Lambur. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah desa dan masyarakat setempat.
“Panggung utama masih dalam proses dan akan kami rampungkan seminggu sebelum pelaksanaan,” tutup Yusuf.
Dengan antusiasme panitia dan partisipasi masyarakat, pelaksanaan MTQ ke-13 ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman religius yang membekas bagi seluruh peserta dan warga Tenggarong. (Adv/DiskominfoKukar)





