Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Kota Bangun I, Kecamatan Kota Bangun Darat, mulai mengembangkan konsep wisata berbasis perkebunan sebagai upaya menciptakan daya tarik baru di tengah minimnya potensi wisata alam. Kepala Desa Kota Bangun I, Nur Rohim, menjelaskan bahwa desa kini fokus membangun agrowisata kelengkeng yang dikolaborasikan dengan program ketahanan pangan masyarakat.
Program ini dimulai dengan pembagian bibit kelengkeng kepada warga, masing-masing dua pohon per rumah, yang wajib ditanam di halaman depan. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan keseragaman estetika desa, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun karakter visual yang unik. Rohim menyebut bahwa dalam beberapa tahun mendatang, desa berpotensi menjadi “desa kelengkeng” pertama di wilayah tersebut.
Pengembangan kelengkeng ini juga membuka peluang munculnya wisata panen raya. Desa berencana mengundang pengunjung untuk memetik langsung buah kelengkeng atau menikmati suasana desa saat musim panen. Konsep wisata musiman ini diyakini mampu menarik perhatian wisatawan sekaligus menambah pendapatan warga melalui penjualan hasil panen.
Program agrowisata ini juga menjadi solusi bagi desa yang tidak memiliki sumber daya alam seperti air terjun atau danau. Dengan memanfaatkan kekuatan pertanian, desa dapat menciptakan daya tarik berbasis kreativitas masyarakat. Selain kelengkeng, desa juga mempertimbangkan pengembangan buah lain seperti jeruk dan jambu kristal sebagai perluasan program.
Rohim menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar menghadirkan keindahan visual desa, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Warga tidak hanya bisa menikmati hasil panen sendiri, tetapi juga berpotensi menjualnya langsung kepada pengunjung tanpa memerlukan kios khusus. Konsep ini memberikan nilai tambah ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat.
Pemerintah desa berharap mendapatkan dukungan dari kabupaten maupun pihak swasta untuk memperkuat pengembangan agrowisata, termasuk pelatihan pemasaran, wisata tani, dan penyediaan akses jalan ke lokasi. Dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, Desa Kota Bangun I optimistis dapat menjadi destinasi wisata pertanian yang dikenal luas dalam beberapa tahun mendatang. (Adv/DPMDKukar)





