Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, tengah merintis pengembangan sektor wisata berbasis alam sebagai langkah menciptakan identitas baru desa. Kepala Desa Mahlan mengungkapkan bahwa potensi wisata di wilayahnya sangat besar, baik melalui jalur darat maupun sungai, dan seluruhnya sedang dipersiapkan secara bertahap. Salah satu konsep utama yang dipromosikan adalah wisata berbasis petualangan yang memanfaatkan karakter alam setempat.
Potensi unggulan yang kini dikembangkan adalah wisata anggrek bekerja sama dengan pihak kehutanan. Desa menyiapkan lahan khusus untuk tanaman anggrek yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan pelestarian flora lokal serta mendukung perekonomian masyarakat melalui kegiatan budidaya tanaman hias.
Pemerintah desa juga sedang mempersiapkan Taman Desa sebagai ikon baru. Taman ini dirancang bukan hanya sebagai ruang hijau, tetapi juga dipadukan dengan fasilitas olahraga, area UMKM, serta ruang publik untuk kegiatan seni dan budaya. Mahlan menyebut bahwa ada dua lokasi yang disiapkan, masing-masing memiliki konsep dan fungsi yang berbeda untuk mendukung daya tarik desa.
Saat ini, pembangunan masih berada pada tahap awal, yakni pengurukan lahan. Fasilitas seperti panggung pentas dan sarana UMKM belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran desa. Meski begitu, seluruh rencana telah dimasukkan dalam usulan program ke OPD terkait agar pembangunan dapat didukung melalui berbagai skema pembiayaan.
Warga desa menyambut baik rencana pengembangan wisata ini karena diyakini dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan menyediakan ruang hiburan yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat. Pemerintah desa pun turut menggandeng calon investor yang tertarik membantu pengembangan sektor pertanian dan infrastruktur pendukung wisata.
Dengan perencanaan yang matang dan dukungan masyarakat, Desa Kahala berharap seluruh fasilitas wisata dapat terwujud pada 2026. Mahlan optimistis konsep wisata alam dan taman desa bukan hanya memperkuat identitas desa, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga melalui penguatan sektor pariwisata lokal. (Adv/DPMDKukar)





