Cegah Stunting Sejak Dini, Kutim Fokus Pendampingan Remaja hingga Balita

Oleh catatanrakyat.id

pada Kamis, 27 November 2025

Catatan Rakyat, Kutim — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmennya menekan angka stunting melalui pendekatan pencegahan sejak dini. Pendampingan dilakukan secara berkesinambungan mulai dari remaja, masa kehamilan, hingga anak usia balita.

Pendekatan ini dinilai krusial karena stunting tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi kondisi kesehatan dan gizi sejak sebelum kehamilan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, Sumarno, menyampaikan bahwa kesiapan remaja putri menjadi titik awal keberhasilan program.

“Remaja yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat. Karena itu intervensi harus dimulai sejak fase remaja,” kata Sumarno.

Pada tahap tersebut, pemerintah daerah memberikan edukasi gizi, pencegahan anemia, serta pemahaman kesehatan reproduksi.

Program ini dilaksanakan melalui sekolah, puskesmas, dan kegiatan penyuluhan masyarakat.

Ketika memasuki masa kehamilan, pendampingan dilanjutkan melalui pemeriksaan rutin, pemantauan asupan nutrisi, serta pendampingan psikologis bagi ibu hamil.

“Dampak stunting paling serius ada pada perkembangan otak anak. Karena itu intervensi tidak boleh terputus sampai anak berusia lima tahun,” tegas Sumarno.

Pada fase balita, tenaga kesehatan secara aktif memantau pertumbuhan anak, memastikan pemberian ASI eksklusif, serta mengedukasi orang tua tentang MPASI yang tepat dan bergizi.

Upaya ini didukung kolaborasi lintas sektor, melibatkan TP PKK, kader kesehatan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat pola asuh sehat di tingkat keluarga.

Melalui pendampingan berkelanjutan, Pemkab Kutim berharap penurunan stunting dapat dicapai secara signifikan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas generasi mendatang. (ADV)

Bagikan: