Catatanrakyat.id, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyampaikan peringatan terkait penurunan drastis pendapatan daerah yang berdampak signifikan pada kemampuan fiskal pemerintah, termasuk keterbatasan dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN).
Dalam apel gabungan ASN di Halaman Kantor Bupati Kukar, Aulia Rahman mengungkapkan bahwa kondisi ini menuntut kerja keras dan kesadaran kolektif dari seluruh jajaran pemerintahan.
“Kita harus berupaya bersama mengembalikan pendapatan daerah ke jalur kejayaan, agar belanja pegawai tetap terjaga di kisaran 30 persen,” tegasnya.
Situasi fiskal yang menantang ini menjadi salah satu alasan utama perlunya transformasi cara kerja ASN di lingkungan Pemkab Kukar. Aulia menekankan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab harus menjadi budaya yang lahir dari hati, bukan karena rasa takut terhadap atasan.
“Saya berharap disiplin itu bukan karena takut pada atasan, tetapi disiplin yang lahir dari hati. Bekerja dengan hati akan membawa kebahagiaan, sedangkan bekerja dengan keterpaksaan hanya akan melahirkan keterpaksaan,” ujarnya.
Bupati juga mendorong penerapan prinsip kedewasaan dalam birokrasi. Ia berharap tidak ada lagi hubungan pimpinan dan bawahan yang diwarnai saling kejar-kejaran. Sebaliknya, ASN harus memahami tugas dan tanggung jawabnya secara profesional, sekaligus membuka diri terhadap kritik dan saran.
Aulia mengajak seluruh ASN untuk menyukseskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutai Kartanegara Tahun 2025–2030, dengan kerja yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih tulus. Ia juga mengajak seluruh OPD aktif berdiskusi dan terus menyempurnakan kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat terkini.
“Kita tidak hanya butuh kerja keras, tapi juga kerja cerdas dan kerja ikhlas. Ini bukan saatnya lagi untuk ego sektoral. Mari kita bersatu dan fokus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkas Aulia Rahman. (Adv/DiskominfoKukar)





