Catatanrakyat.id, Tenggarong — Pemerintah Desa Kota Bangun 2 mulai mempersiapkan strategi ketahanan pangan yang akan diterapkan mulai tahun 2026 melalui sinergi koperasi desa dan BUMDes. Langkah ini diarahkan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat, terutama beras, tetap terjangkau dan terdistribusi secara merata. Pemerintah desa menilai pengelolaan langsung oleh lembaga desa akan memberi dampak signifikan terhadap stabilitas harga.
Kepala Desa Joko Purnomo menjelaskan bahwa koperasi akan menjadi lembaga yang menangani kebutuhan pokok warga secara terstruktur. Ia menyampaikan bahwa akses masyarakat terhadap beras nantinya akan jauh lebih mudah. “Nantinya koperasi desa akan mengelola kebutuhan pokok warga, khususnya beras, agar bisa stabil dan lebih mudah diakses,” jelas Joko, Kamis (11/09/2025).
Ia juga menilai bahwa keberadaan koperasi memegang peran krusial dalam menahan kenaikan harga beras yang belakangan sering terjadi. Dengan sistem distribusi yang lebih rapi, beban biaya di tingkat masyarakat dapat ditekan. Joko optimis mekanisme ini mampu menciptakan distribusi yang adil hingga ke seluruh wilayah desa.
Pemerintah desa turut menyoroti kesulitan yang dialami petani dalam memperoleh sarana produksi pertanian. Menurut Joko, koperasi dan BUMDes akan menjadi solusi bagi petani yang selama ini terhambat oleh aturan pembelian pupuk dan kebutuhan lain yang dianggap berbelit. Lembaga desa diharapkan mampu menyediakan kebutuhan tersebut dengan lebih cepat dan terjangkau.
Program ini tidak hanya bertujuan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi pertanian. Dengan kemudahan akses sarana produksi, petani diharapkan lebih mandiri dan produktif. BUMDes juga diarahkan memperluas perannya, terutama dalam mendistribusikan hasil panen agar memiliki nilai ekonomi lebih baik.
Pemerintah desa percaya bahwa penguatan pangan lokal akan membuat desa lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang. Joko menekankan bahwa keberlanjutan ekonomi desa sangat bergantung pada ketahanan pangan yang kuat. Program ini dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan membangun kolaborasi antara petani, koperasi, dan BUMDes, pemerintah desa yakin pondasi ketahanan pangan dapat terwujud lebih kuat. “Kalau dikelola bersama, hasilnya akan lebih kuat dan bisa menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Desa Kota Bangun 2 optimis bahwa langkah terpadu tersebut dapat menciptakan sistem pangan yang mandiri, stabil, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya. Program ini kini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah desa untuk tahun 2026.





