Catatanrakyat.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengambil langkah konkret menutup defisit dokter spesialis dengan melakukan kunjungan resmi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Rombongan yang dipimpin Sekretaris Daerah Dr. H. Sunggono melibatkan direktur empat rumah sakit kunci, pejabat Dinas Kesehatan, BKSDM, serta Ketua Baznas Kukar, alumni UGM.
Di Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Sekda Kukar memaparkan rasio dokter spesialis per‑100 ribu penduduk Kukar yang masih di bawah rata‑rata nasional, terutama pada bidang anak, obstetri, penyakit dalam, hingga anestesiologi.
“Kami ingin menjajaki peluang kerjasama khususnya dalam pengiriman mahasiswa dan tenaga dokter spesialis agar pelayanan kesehatan di Kukar semakin meningkat,” ujarnya.
Program Nusantara Sehat memang telah menempatkan tenaga medis di wilayah terpencil, namun kebutuhan spesialis tetap tinggi.
“Kukar sangat membutuhkan dokter spesialis anak, obsetetri, penyakit dalam, bedah, radiologi, anestesiologi, dan patologi klinik untuk mendukung fasilitas kesehatan kami,” tegas Dr. Sunggono.
Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Kukar memperluas Beasiswa Kukar Idaman dengan skema tematik bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM asal Kukar, khususnya yang berada di tahap akhir pendidikan spesialis. Sembilan mahasiswa daerah 3T telah lolos seleksi gelombang pertama dan akan mendapatkan dukungan penuh, tergantung kesediaan mereka menandatangani kontrak pengabdian minimal lima tahun di fasilitas kesehatan Kukar.
UGM menyambut baik rencana tersebut. Kepala Subdirektorat Kerjasama Dalam Negeri, Ir. Johan Syafri Mahathir Ahmad, menegaskan, “UGM Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan pendidikan dan kesehatan demi membangun sumber daya manusia profesional yang siap menjawab tantangan pembangunan nasional.”
Johan memastikan Fakultas Kedokteran UGM siap menyediakan slot residensi tambahan, dosen tamu, serta riset bersama yang relevan dengan kebutuhan pesisir Kalimantan Timur.
Pertemuan teknis ini menjadi fondasi penyusunan nota kesepahaman (MoU) yang akan mencakup pertukaran data kesehatan, pendampingan telemedicine, dan pengembangan pusat pelatihan kedokteran berbasis digital di Kukar. Kesepakatan tersebut diharapkan memperkuat implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kukar, sekaligus berkontribusi pada target transformasi layanan kesehatan nasional 2030
Masyarakat Kukar pun diharapkan segera merasakan peningkatan kualitas pelayanan medis melalui hadirnya lebih banyak dokter spesialis di RSUD AM Parikesit Tenggarong, RS Aji Batara Agung Dewa Sakti Abadi Samboja, RS Dayaku Raja, dan RS Muara Badak. (Adv/DiskominfoKukar)





