Catatanrakyat, Kutim – Kawasan Bukit Pelangi Sangatta tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga lokasi berdirinya aset-aset monumental seperti Masjid Agung Al-Faruq dan objek wisata Bukit Pandang. Pengelolaan aset-aset strategis tersebut kini berada sepenuhnya di bawah pengawasan Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur.
Misbachul Choir, Kepala Bagian Umum Setkab Kutim, menyatakan bahwa tanggung jawab pihaknya mencakup area yang sangat luas dan beragam. Hal ini menuntut manajemen yang solid agar ikon-ikon kebanggaan masyarakat Kutai Timur tersebut tetap dalam kondisi prima dan layak dikunjungi setiap saat.
”Pengelola untuk Masjid Agung itu juga dari Bagian Umum. Termasuk juga kawasan Bukit Pandang yang menjadi salah satu titik kunjungan warga,” jelas Misbachul.
Masjid Agung, sebagai pusat kegiatan religi, mendapatkan perhatian khusus terutama dalam hal kebersihan interior dan eksterior. Mengingat masjid tersebut sering menjadi lokasi acara besar tingkat kabupaten, ketersediaan petugas kebersihan dan pemeliharaan fasilitas air serta listrik menjadi hal yang mutlak dijaga.
Begitu pula dengan Bukit Pandang yang menawarkan panorama kota Sangatta dari ketinggian. Sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat untuk berfoto dan bersantai, kebersihan dan keamanan di lokasi tersebut dipantau secara berkala oleh tim yang telah ditunjuk oleh Bagian Umum.
”Pengelolaannya semua terpusat di Bagian Umum. Kami memastikan semua titik tersebut mendapatkan perawatan yang sama intensifnya,” imbuhnya.
Integrasi pengelolaan aset dalam satu pintu di Bagian Umum memudahkan dalam hal koordinasi dan pelaporan jika terjadi kerusakan atau kendala teknis. Misbachul memastikan bahwa seluruh personel yang bertugas di lokasi-lokasi tersebut telah mendapatkan arahan yang jelas mengenai standar operasional prosedur (SOP) perawatan aset.
Ke depan, Bagian Umum berencana untuk terus mengevaluasi kebutuhan di setiap titik ikonik tersebut. Apakah diperlukan penambahan tempat sampah, penerangan jalan, atau perbaikan infrastruktur kecil lainnya, semuanya akan didata untuk ditindaklanjuti demi kepuasan masyarakat luas.
”Kami sudah siapkan tim di masing-masing titik. Petugas kebersihan hingga pengawas sudah kita standby-kan di sana untuk mengelola kawasan secara menyeluruh,” pungkasnya. (Adv)





