Catatanrakyat.id, Kutai Kartanegara – Peringatan HKG PKK ke-53 di Kecamatan Muara Badak berlangsung meriah, namun sejumlah pihak menilai tantangan pembinaan keluarga masih menjadi PR besar di Kukar. Meski kegiatan berjalan sukses, implementasi program PKK di tingkat desa dinilai belum merata.
Sekda Kukar, H. Sunggono, saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan HKG. Namun menurut beberapa kader PKK, kegiatan seremonial ini tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi lapangan, terutama terkait ketersediaan kader aktif dan dukungan anggaran.
Sebagian kader menyebutkan bahwa program PKK di beberapa desa masih terkendala minimnya sarana serta kesenjangan kemampuan kader. Hal ini membuat sejumlah program penguatan keluarga tidak berjalan optimal, terutama yang berkaitan dengan pengentasan stunting dan pendidikan keluarga.
Dinamika teknologi dan perubahan sosial juga menjadi kendala bagi keluarga. Tidak sedikit orang tua kesulitan mengimbangi perkembangan digital anak, namun belum semua desa memiliki program edukasi keluarga yang memadai. Banyak pihak berharap PKK dapat merespons kondisi ini secara lebih cepat.
Meski cendera mata diberikan sebagai simbol apresiasi, sebagian pemerhati keluarga mengingatkan bahwa PKK membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan hanya saat kegiatan besar berlangsung. Tantangan ini mencakup penyediaan fasilitas, pelatihan kader, hingga digitalisasi administrasi PKK.
Peringatan HKG tetap menjadi agenda penting, namun evaluasi mendalam diperlukan agar gerakan PKK benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Tanpa pembinaan jangka panjang, program keluarga berisiko hanya bersifat seremonial.
Acara HKG PKK tahun ini menjadi pengingat bahwa komitmen pemerintah daerah harus diimbangi dengan penguatan kapasitas kader di seluruh kecamatan agar gerakan PKK memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan keluarga. (Adv/DPMDKukar)





