Pengobatan Katarak dan Kacamata Gratis Digelar di Wahau, Pemkab Kutim Perluas Akses Kesehatan Pedalaman

Oleh catatanrakyat.id

pada Kamis, 27 November 2025

Catatan Rakyat, Kutim — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

Salah satu langkah konkret yang akan dilaksanakan adalah pengobatan katarak gratis serta pembagian kacamata gratis di Kecamatan Wahau.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pelayanan kesehatan jemput bola yang bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan layanan medis tanpa terkendala jarak dan biaya.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 28–29 November 2025 dengan dukungan langsung dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menyampaikan bahwa layanan kesehatan mata menjadi prioritas karena banyak warga mengalami gangguan penglihatan namun belum tertangani secara optimal.

“Kami melihat masih banyak masyarakat yang menunda pengobatan katarak karena biaya dan akses, sehingga pelayanan langsung ke wilayah menjadi solusi yang paling efektif,” ujar Sumarno.

Sebelum pelaksanaan di Wahau, Dinkes Kutim telah melakukan rangkaian kegiatan pendahuluan, mulai dari koordinasi internal puskesmas hingga pelayanan lapangan di sejumlah kecamatan seperti Kaliorang, Sandaran, dan Sangkulirang.

Pendekatan pelayanan langsung dinilai mampu menjangkau kelompok rentan, khususnya lansia dan masyarakat pekerja sektor informal yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan lanjutan.

Sumarno menegaskan bahwa kegiatan di Wahau tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga edukasi kesehatan mata kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan dini agar gangguan penglihatan tidak berkembang menjadi disabilitas permanen,” jelasnya.

Dinkes Kutim menargetkan ratusan warga dapat memperoleh manfaat langsung dari kegiatan tersebut.

Seluruh proses pelayanan akan dilakukan sesuai standar medis dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien.

Pemkab Kutim berharap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedalaman serta menjadi model pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah. (ADV)

Bagikan: