Catatanrakyat.id, Jakarta – Kepercayaan penuh kembali diberikan kepada Syafruddin untuk menakhodai Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur periode 2026-2031.
Terpilihnya Syafruddin untuk periode kepemimpinan selanjutnya menjadi penegasan soliditas internal PKB Kaltim sekaligus sinyal kesiapan partai menghadapi tantangan politik nasional yang semakin dinamis.
Momentum pengukuhan kepemimpinan tersebut mengemuka dalam kegiatan Akademi Politik dan Kebangsaan (Akpolbang) yang diikuti seluruh ketua DPW PKB se-Indonesia.
Kegiatan ini menjadi forum strategis pembekalan pimpinan daerah sekaligus ruang konsolidasi nasional untuk menyamakan visi, arah perjuangan, dan pola kerja partai ke depan.
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dalam arahannya menekankan bahwa seluruh jajaran partai harus berani melakukan perubahan cara berpikir dan cara bekerja.
Menurutnya, politik tidak lagi bisa dijalankan dengan pendekatan lama yang kaku dan reaktif, melainkan harus adaptif, responsif, dan kolaboratif.
“Pengurus DPW yang baru harus mengubah arah dan cara pikir. Politik hari ini menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan membaca perubahan. Kalau tidak berubah, kita akan ditinggal oleh zaman,” tegas Gus Muhaimin di Jakarta, Senin malam (2/2/2026).
Arahan tersebut menjadi penguatan penting bagi Udin dalam menjalankan kembali mandat kepemimpinan di Kalimantan Timur.
Ia menilai Akpolbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana strategis untuk memperdalam pemahaman ideologi partai, memperkuat strategi kerja, serta mempersiapkan langkah antisipatif menghadapi tantangan politik ke depan.
“Ini pembekalan bagi seluruh ketua PKB se-Indonesia. Kami kembali dikuatkan pemahamannya tentang ideologi partai, strategi pemenangan, hingga langkah-langkah menghadapi dinamika politik nasional yang terus berubah,” ujar Syafruddin.
Dalam kepemimpinan periode lanjutan ini, Udin menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal dan soliditas kader PKB Kaltim hingga ke tingkat akar rumput.
Penguatan struktur, kaderisasi berkelanjutan, dan kerja kolaboratif akan menjadi fokus utama agar PKB semakin dekat dengan masyarakat.
Selain penguatan organisasi, Syafruddin juga menegaskan kesiapan PKB Kaltim untuk mengawal target besar partai secara nasional, yakni meraih 100 kursi di DPR RI pada pemilu mendatang.
Kini, PKB tercatat memiliki 68 kursi di parlemen, sehingga dibutuhkan kerja ekstra dan strategi yang lebih terukur.
“Target 100 kursi bukan sekadar angka, tetapi amanah yang harus diperjuangkan bersama. Seluruh struktur partai, termasuk di Kalimantan Timur, harus bekerja lebih solid, disiplin, dan terarah,” tegasnya.
Syafruddin optimistis, dengan arahan Ketua Umum dan semangat kebersamaan kader, PKB Kaltim mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pencapaian target nasional tersebut.
Dengan kembali terpilihnya Udin sebagai Ketua DPW PKB Kaltim, PKB di Benua Etam diharapkan semakin kokoh secara organisasi, matang dalam gagasan, serta mampu memainkan peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan agenda kebangsaan di tengah perubahan politik yang terus berlangsung.
Tim Redaksi





