Catatanrakyat.id, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Mulawarman (UNMUL) tahun 2025. Sebanyak 1.080 mahasiswa diterjunkan ke 20 kecamatan di Kukar untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat dalam program KKN angkatan ke-51.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menjelaskan bahwa secara keseluruhan UNMUL melepas 3.428 mahasiswa untuk mengikuti KKN di berbagai wilayah Kalimantan Timur. Dari jumlah itu, Kukar menjadi daerah dengan peserta terbanyak, didampingi 82 dosen pembimbing lapangan.
Menurut Elvandar, mahasiswa KKN membawa sejumlah tema tematik yang telah ditetapkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNMUL). Di antaranya, Tematik Proklim (Program Kampung Iklim), Generasi Sehat, Masyarakat Hukum Adat, dan Perhutanan Sosial. Program KKN ini akan berlangsung selama enam minggu, mulai 14 Juli hingga 28 Agustus 2025.
DPMD Kukar turut berperan dalam menentukan lokasi penempatan mahasiswa KKN dengan menggunakan acuan Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2024. Langkah ini dilakukan agar keberadaan mahasiswa dapat memberikan dampak langsung terhadap desa yang masih berstatus “berkembang” supaya naik menjadi desa maju.
“Di tahun 2025 ini terdapat perubahan metode penilaian kondisi desa yang kini berbasis pada indeks desa. Kegiatan tematik mahasiswa diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan status tersebut,” jelas Elvandar.
Ia menambahkan, DPMD akan segera menyampaikan surat resmi penetapan lokasi KKN kepada desa dan kelurahan yang menjadi tujuan pengabdian. Dengan begitu, pemerintah desa bisa memberikan dukungan penuh serta memfasilitasi kegiatan mahasiswa selama masa penugasan.
Elvandar menegaskan, pelaksanaan KKN saat ini tidak lagi dianggap sebagai agenda rutin kampus semata.
“Program ini sudah berkembang menjadi bentuk pengabdian yang terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepada para mahasiswa, ia berpesan agar dapat memanfaatkan tema KKN secara maksimal untuk menggali potensi desa dan mendorong inovasi lokal. Dengan pendekatan itu, kata Elvandar, pengabdian yang dilakukan diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pengabdian.





