Catatanrakyat.id, Tenggarong – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2025 turut menjadi panggung penegasan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam 150 hari pertamanya, fokus utama pemerintahan ini tertuju pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat serta penguatan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi digital.
Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) Meutya Hafid melalui sambutannya yang dibacakan dalam upacara Harkitnas di Halaman Kantor Bupati Kukar, Selasa (20/5/2025). Meutya menegaskan bahwa kebangkitan nasional saat ini tidak bisa hanya mengenang sejarah, tetapi harus menjawab tantangan era digital dan krisis global.
“Kebangkitan itu bukan nostalgia, tapi tantangan masa kini. Kita hadapi era disrupsi teknologi, krisis global, dan ancaman digital. Jawabannya, bangun dari hal yang sederhana, dari kebutuhan rakyat,” tulis Meutya.
Salah satu prioritas utama adalah program makan bergizi gratis yang telah menjangkau 3,5 juta anak Indonesia. Selain itu, lebih dari 777 ribu orang telah mendapatkan layanan kesehatan gratis, menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memperkuat kualitas hidup rakyat dari akar.
“Kita percaya, kemajuan tidak harus mulai dari proyek raksasa. Tapi dari anak-anak yang berangkat sekolah dengan perut kenyang dan tubuh sehat,” lanjutnya.
Pemerintah juga tengah mengembangkan sistem layanan kesehatan berbasis digital. Kini, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk mengecek kondisi kesehatan, berkonsultasi dengan dokter, hingga mendapatkan obat-obatan secara daring hanya melalui ponsel.
Di sektor ekonomi, pembentukan Danantara Investment Agency menjadi langkah strategis dalam mengelola kekayaan nasional. Badan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi dan menciptakan pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.
Pengembangan SDM juga menjadi fokus utama. Pemerintah aktif membuka pusat pelatihan vokasi dan pelatihan digital, bekerja sama dengan berbagai industri untuk melahirkan generasi muda yang melek teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan data science.
“Semangat kebangkitan itu seperti akar pohon—tumbuh pelan, tapi kuat. Kita harus terus jaga agar buahnya nanti bisa dinikmati semua orang,” tutup Meutya.
Pemerintahan Prabowo-Gibran menegaskan bahwa transformasi digital dan pemberdayaan SDM adalah fondasi utama untuk menciptakan Indonesia yang maju, tangguh, dan mandiri. (Adv/DiskominfoKukar)





