Catatanrakyat.id, Tenggarong – Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjalankan sejumlah program strategis. Program-program ini menyasar pemberdayaan perempuan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hukum.
Plh Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya bekerja sama dengan organisasi perempuan seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), tetapi juga aktif membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga legislatif.
“Dukungan dari pemerintah daerah dan legislatif sangat membantu kami dalam memperkuat program dan jaringan pemberdayaan perempuan di Kukar,” ujarnya, Senin (20/5/2024).
Menurut Hero, keterlibatan Bupati, DPRD, hingga Sekretaris Daerah Kukar sangat penting untuk memastikan bahwa program-program pemberdayaan perempuan mendapat dukungan penuh dari sisi regulasi maupun anggaran. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap isu perempuan dan anak harus menjadi agenda lintas sektor.
Salah satu fokus utama DP3A saat ini adalah membangun kebijakan dan program yang mampu meningkatkan kapasitas perempuan di berbagai bidang kehidupan. Ini termasuk pemberian akses terhadap pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, perlindungan hukum, hingga peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan pemerintahan.
Selain itu, DP3A juga aktif dalam menyusun regulasi daerah yang ramah perempuan dan anak, serta membangun sistem perlindungan terpadu untuk korban kekerasan. Semua ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, di mana perempuan diberikan ruang untuk berperan langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan program.
“Kami ingin perempuan di Kukar tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Hero.
Dengan pendekatan sinergis antara pemerintah, legislatif, dan organisasi masyarakat, DP3A Kukar optimistis mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan responsif gender. Program-program yang dijalankan diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak di wilayah tersebut. (Adv/DiskominfoKukar)





