Massa Aksi 214 Jilid II Paksa Buka Pagar DPRD Kaltim, Tuntut Hak Angket

Oleh catatanrakyat.id

pada Senin, 4 Mei 2026

Caption: Potret Demonstran yang Paksa Masuk ke Gedung DPRD Provinsi Kaltim, Senin (4/5/2026)

Catatanrakyat.id, Samarinda – Aksi lanjutan 214 jilid II kembali digelar di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (04/05/2026). Massa yang terdiri dari petani, nelayan, guru, buruh, hingga mahasiswa turun ke jalan untuk menagih janji DPRD terkait penggunaan hak angket.

Aksi yang berlangsung di Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda ini memanas saat para demonstran mendapati pagar gedung dalam kondisi terkunci dari dalam.

Massa kemudian bergotong royong membuka kawat berduri di atas pagar dan memaksa masuk ke area gedung.

Sejumlah poster turut dibentangkan dalam aksi tersebut, di antaranya bergambar Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, dengan tulisan “Dicari Orang Hilang”, serta poster bertuliskan “Selamatkan Kaltim”.

Sebelumnya, pada aksi 21 April lalu, ribuan demonstran menyuarakan sejumlah tuntutan. Di antaranya mengaudit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim, menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mendesak DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Tim humas Aksi 214 juga telah menyerahkan tuntutan hak angket kepada DPRD Kaltim pada 27 April 2026. Saat itu, DPRD menerima tuntutan tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti dengan penggunaan hak angket, menyusul ketidakpuasan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan Pemprov Kaltim.

Begitu banyak dugaan kebijakan yang dipersoalkan antara lain pembelian kursi pijat senilai Rp125 juta, pengadaan mobil dinas sebesar Rp8,5 miliar, renovasi rumah dinas senilai Rp25 miliar, hingga anggaran laundry mencapai Rp145 juta.

Namun, pada aksi hari ini, massa justru mendapati akses gedung ditutup rapat. Hal ini memicu kekecewaan hingga akhirnya mereka memaksa masuk dengan membuka kawat berduri di pagar.

Jenderal lapangan aksi, Fatur, dalam orasinya menyampaikan kekecewaan kepada pemerintah daerah. Ia bahkan melontarkan pernyataan keras yang menyiratkan eskalasi massa jika tuntutan tidak dipenuhi.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA tersebut masih berlangsung. Setelah pagar berhasil dibuka, massa kini berada di dalam area gedung DPRD Kaltim dan berkumpul di halaman depan sambil terus menyuarakan tuntutan mereka.
Tin Redaksi

Bagikan: